Berita Kaltim terkini

Berikut Kriteria Calon Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim, Dinilai oleh Tim 3

Musda kelima Demokrat Kaltim akan digelar di hotel Aston Samarinda, Jumat (17/12/2021).

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Plt Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim Mehbob (tengah) hadiri konferensi pers jelang Musda kelima di Hotel Aston Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (16/12/2021). TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Musda kelima Demokrat Kaltim akan digelar di hotel Aston Samarinda, Jumat (17/12/2021).

Musda tersebut sekaligus mencari Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur (Kaltim).

Ada dua kandidat yang menjadi ketua DPD Demokrat Kaltim. Kedua tokoh itu anggota DPR RI Irwan dan Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gaffur Mas'ud.

Masing-masing tokoh mendapatkan dukung dari DPC dan DPD. Irwan mendapatkan lima dukungan DPC dan 1 DPD. Sedangkan Abdul Gaffur Mas'ud memiliki delapan dukungan dari tingkat DPC.

Baca juga: Musda Demokrat Kaltim Digelar Jumat Besok, Irwan Klaim Kantongi Lima Dukungan DPC

Baca juga: Mehbob Gantikan Mantan Walikota Samarinda Syaharie Jaang, Pimpin Demokrat Kaltim

Baca juga: Santer AGM dan Syaharie Jaang Maju sebagai Calon Ketua Demokrat Kaltim

Keputusan siapa yang menjadi ketua tidak hanya dari besaran jumlah dukungan. Plt ketua DPD Demokrat Kaltim Mehbob, Kamis (16/12/2021) mengatakan semua dukungan masing-masing calon minimal 20 persen dari masing-masing DPC di Kaltim.

Setelah itu dukungan tersebut divalidasi oleh tim tiga.

"Kemudian diserahkan ke tim tiga fit and proper test menentukan lolos tidaknya. Walau pun ada dua kandidat dan nanti tidak layak ketum bisa melaksanakan musda ulang. Dan kami jadinya sangat hati hati dan tidak perduli suara terbanyak," ucapnya.

Sampai saat ini semua DPC memiliki masing-masing dukungan. Ia mengapresiasi seluruh DPC. Karena selama Musda Demokrat tidak ada DPC yang abstain.

"Dan tidak ada DPC upstain. Sampai sekarang belum ada. Setau saya tidak ada aturan itu," katanya.

Agar tidak terjadi kubu-kubu yang tidak terima hasil putusan musda, para kader menandatangani pakta integritas.

Tujuannya agar apapun hasilnya seluruh kader terus bersatu dan tidak menimbulkan perpecahan di internal partai.

"Kita ada fakta integritas dan ditemukan bukti pasti kader tersebut kena kode etik dan saat jadi kader sudah tanda tangan fakta integritas itu," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved