Breaking News:

Dukung Green Tourism, PLN Bakal Terangi Destinasi Wisata dengan Energi Bersih    

Komitmen PT PLN (Persero) untuk mendukung target pemerintah mencapai net zero emission pada 2060 juga menjangkau sektor pariwisata.

Editor: Diah Anggraeni
HO/PLN
PLN berkomitmen untuk mendukung target pemerintah mencapai net zero emission pada 2060 juga menjangkau sektor pariwisata. 

TRIBUNKALTIM.CO - Komitmen PT PLN (Persero) untuk mendukung target pemerintah mencapai net zero emission pada 2060 juga menjangkau sektor pariwisata.

Hal ini seiring dengan Deklarasi Glasgow untuk Aksi Iklim dalam Pariwisata pada Konferensi Perubahan Iklim PBB COP26 yang mendorong rencana global yang konsisten untuk aksi iklim dalam pariwisata. 

Executive Vice President of Engineering and Technology PLN, Zainal Arifin menyatakan, PLN akan mendukung penuh kawasan pariwisata yang menonjolkan Green Tourism dengan menyediakan energi listrik dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT).

"Jadi untuk kawasan wisata yang menonjolkan Green Tourism kita akan support energi listriknya juga dengan green energy," tegasnya pada talkshow Smart City Conference bertajuk 'Pembangunan Infrastruktur Dasar dan Amenitas di 10 Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional', Selasa (15/12/2021).

Baca juga: Amankan Listrik saat Natal dan Tahun Baru, PLN Siagakan 48.179 Petugas

Salah satu contoh konkret PLN dalam mendukung pemenuhan suplai listrik di kawasan Green Tourism di Indonesia adalah dengan melakukan upaya konversi ke pembangkit berbasis EBT pada destinasi yang masih mengandalkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Saat ini, destinasi pulau terluar masih mengandalkan PLTD, yang selain mahal juga menimbulkan polusi CO2.

"Seperti di Wakatobi kita sudah memasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan baterai. Secara bertahap PLTD akan kita ganti dengan PLTS," imbuh Zainal.

Dari sisi suplai saat ini, Zainal menambahkan, dari 10 kawasan pariwisata prioritas semuanya lebih dari cukup.

Bahkan, untuk aspek dayanya sudah memenuhi aspek keandalan sehingga ketika ada satu pembangkit terbesar gangguan, suplai masih aman.

"Dari 10 lokasi, yang pas-pasan hanya Morotai. Tapi kami sudah ada planning tahun depan untuk memasang pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) 10 megawatt (MW), jadi secara suplai sebetulnya tidak ada masalah," ucapnya.

Baca juga: Kebutuhan Listrik untuk Dukung KEK Maloy Masih Minim, PT MBS Ajak Kerja Sama PLN

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved