Berita Kaltim Terkini

Daerah Pendaftar QRIS Terbanyak Seluruh Kalimantan, Kota Samarinda Siap Menggunakan

Gerak Kota Samarinda untuk berusaha menerapkan pembayaran non tunai secara masif diyakini oleh Bank Indonesia.

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM
Ilustrasi penggunaan QRIS di salah satu merchant di Kota Balikpapan. TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gerak Kota Samarinda untuk berusaha menerapkan pembayaran non tunai secara masif diyakini oleh Bank Indonesia (BI) atas kesiapannya.

Disampaikan Kepala perwakilan BI Kalimantan Timur, Tutuk Cahyono hal itu terlihat dari kota Samarinda yang menjadi daerah yang terbanyak mendaftarkan QRIS se-Kalimantan.

Capaian itu juga yang membuat BI Kaltim dan pemerintah Kota Samarinda mendapatkan sederet penghargaan di bidang ekonomi digital seperti yang diraih Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kota Samarinda yang menjadi terbaik se-Kalimantan.

Tutuk menyampaikan bahwa hal itu menunjukkan kesiapan kota Samarinda untuk menjadikan budaya ekonomi berbasis digital ini berkembang di seluruh elemen dan sektor ekonomi.

Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Belanja Cabai di Pasar Merdeka, Bayar Pakai QRIS

Baca juga: Walikota Andi Harun Resmikan Pasar Merdeka Samarinda SIAP QRIS, Transaksi Pakai Non Tunai

Baca juga: Manfaatkan Sistem Pembayaran Nontunai, Peserta Pelatihan BI Dibekali Pengenalan QRIS

Tahun 2019 Samarinda masih jadi yang kedua, tahun ini sudah yang pertama dan ini mengindikasikan Samarinda sangat siap dari sisi pedagangnya.

"Juga masyarakatnya dalam menggunakan QRIS," kata Tutuk dalam peresmian Pasar Merdeka sebagai pasar SIAP QRIS, Rabu (22/12/2021).

Tutuk mengungkapkan bahwa dalam membiasakan penggunaan QRIS sebagai media pembayaran non tunai.

Tidak hanya cukup diterapkan oleh pedagang namun masyarakat juga harus didorong untuk terbiasa.

Baca juga: Sambut GBBI di Oktober 2021, Pertamina Balikpapan Ajak UMKM di Kalimantan Pakai QRIS

QRIS sendiri adalah media pembayaran non tunai dari Bank Indonesia secara digital, berbasis barcode.

Pembeli hanya perlu memindai barcode yang tertera dengan aplikasinya.

"Maka uang yang dibayarkan melalui saldo akan langsung masuk ke rekening pedagang," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved