Berita Tenggarong Terkini
Desa BRIlian Bhuana Jaya Awalnya Lokasi Transmigrasi, Kini Punya Usaha TV Kabel hingga Jasa Pos
Tak heran, kini penduduk yang menempati Desa Bhuana Jaya berlatar belakang sosial budaya dari beragam etnis atau suku.
Penulis: Aris Joni | Editor: Adhinata Kusuma
TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG - Desa Bhuana Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dikenal sebagai desa eks transmigran.
Warga Kukar masih ada yang menyebutnya sebagai kawasan Separi III.
Pada 15 Desember 2021 lalu, Desa Bhuana Jaya berhasil meraih Juara Harapan 2 ajang Anugerah Desa BRIlian Batch-2 tahun 2021 yang diselenggarakan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) RI.
Saat ditemui TribunKaltim.co, Rabu (22/12/2021), Sekretaris Desa Bhuana Jaya, Suwondo membeberkan kisah awal mula desa ini terbentuk hingga potensi dan prestasi yang diraih selama ini.
Desa Bhuana Jaya awalnya merupakan lokasi transmigrasi yang dibuka tahun 1981.
“Saat itu masih berupa hutan,” kata Suwondo.
Baca juga: Jadi Desa BRIlian, Bhuana Jaya di Kukar Manfaatkan Website hingga Radio untuk Layanan Publik
Baca juga: Raih Juara Harapan 2 Ajang Desa BRIlian Batch-2, Bhuana Jaya Boyong Piala dan Rp 25 Juta
Sebagai diketahui, program transmigrasi yang dicanangkan pemerintah bertujuan untuk pemerataan dan penyebaran penduduk dari wilayah yang padat ke wilayah yang masih kurang penduduk.
Kala itu, Tenggarong Seberang terpilih menjadi salah satu daerah transmigrasi untuk membuka lahan baru karena dinilai masih minimnya jumlah penduduk.
Tak heran, kini penduduk yang menempati Desa Bhuana Jaya berlatar belakang sosial budaya dari beragam etnis atau suku.
Suwondo membeberkan ada suku Jawa sekitar 70 persen, lalu Sunda 20 persen, kemudian warga lokal seperti Dayak, Kutai dan Banjar sekitar 9 persen serta Bugis sekitar 1 persen.
Desa Bhuana Jaya terdiri atas empat dusun yakni Pulau Mas, Binamulya, Sidomakmur, dan Mekarsari serta 23 rukun tetangga (RT).
Usaha BUMDes
Desa yang berpenduduk 4.434 jiwa tersebut juga memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Suwondo mengatakan BUMDes yang ada bergerak di sejumlah unit sektor, di antaranya unit TV kabel, unit perkebunan pisang, unit jasa, unit pasar, unit UMKM dan unit Pos.
Sekadar diketahui berdasarkan laporan keuangan BUMDes, Unit TV Kabel ini pada awal bulan sampai pada bulan Oktober 2021 mendapat pemasukan sebesar Rp 31.455.000 dan pengeluaran sebesar Rp 25.362.900.
Pendapatan bersih dari unit ini adalah sebesar Rp 6.092.100.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/lahan-sawah-di-desa-bhuana-jaya.jpg)