Breaking News:

Kesehatan

Cara Tangkal Anak Terhindar dari Kejahatan Asusila di Sekolah ala Psikolog

Tidak sedikit kasus kekerasan seksual diterima oleh anak-anak di ruang publik seperti sekolah hingga pesantren

Editor: Budi Susilo
Grafis TribunKaltim.co/Wahyu Triono
Ilustrasi kasus asusila. Tidak sedikit kasus kekerasan asusila diterima oleh anak-anak di ruang publik seperti sekolah hingga pesantren. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Tidak sedikit kasus kekerasan asusila diterima oleh anak-anak di ruang publik seperti sekolah hingga pesantren.

Hal ini tentu membuat hati cukup miris.

Lantas apa yang dilakukan oleh orangtua?

Menurut Psikolog Klinis, Dra Astrid Regina Sapiee, ketika anak dilatih sejak kecil terkait penghargaan asusila pada diri sendiri, maka tidak sulit melakukan antisipasi.

Baca juga: Seorang Santriwati di Sumsel Melahirkan, Pelaku Asusila Ternyata Pimpinan Pondok Pesantren

Baca juga: Dari 13 Korban Asusila di Balikpapan, Baru 4 Orang yang Lapor, Penanganan Kasus Perlu Waktu Lama

Baca juga: 13 Korban Asusila di Balikpapan Kebanyakan Anak di Bawah Umur, Polisi Siap Gelar Perkara

Apa lagi jika dikenalkan semenjak dirinya berusia 2 sampai 3 tahun.

Maka sedikit kemungkinan akan mengalami kesulitan di sekolah.

Namun untuk anak yang belum dilatih oleh orangtua, maka ada satu hal yang bisa dilatih.

"Ajari satu hal saja, tidak sopan. Kalau orang buka baju orang, gak sopan. Kalau pegang-pegang badan orang gak sopan," ungkapnya pada kanal YouTube Sonora FM dikutip Tribunnews Selasa (4/1/2022).

Baca juga: Kasus Kekerasan Asusila Ibarat Fenomena Gunung Es, Kebanyakan Korban di PPU Masih Enggan Lapor

Terutama bagian tubuh yang berada di belakang bajunya. Anak harus diajari jika anggota tubuh yang ditutupi oleh baju tidak boleh dipegang.

"Kalau kamu pegang badan teman lu, pegang lah tangannya, peganglah kakinya. Kalau dia izinkan, pipinya boleh kamu pegang. Tapi jangan pegang suatu tertutup. Dada sampai di bawah perut. Itu daerah tidak boleh dipegang. Itu tidak sopan," tegas Astrid.

Anak, kata Astrid, diajari melalui tata krama atau etika. Orangtua juga perlu meyakinkan diri bahwa guru-guru di sekolah punya nilai sama.

"Kita ngomong sama gurunya. Tolong Bu, saya keberatan kalau anak saya buka baju dengan teman-temannya," ujarnya. 

"Saya keberatan kalau dipegang sama gurunya," kata Astrid.

Lalu bagaimana pelajaran berenang? Ajari anak untuk anak berganti baju renang di dalam kamar untuk ganti. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cara Melindungi Anak dari Kekerasan Seksual di Sekolah 

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved