Berita Kutim Terkini
35 Ribu Pfizer Bakal Datang ke Kutim, Kadinkes Khawatir Vaksin Kedaluwarsa Sebelum Tersalurkan
Kabupaten Kutai Timur dalam waktu dekat akan kedatangan sebanyak kurang lebih 35 ribu vaksin jenis Pfizer
Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kabupaten Kutai Timur dalam waktu dekat akan kedatangan sebanyak kurang lebih 35 ribu vaksin jenis Pfizer.
Vaksin berbasis mRNA dari Amerika Serikat ini telah disetujui untuk selanjutnya digunakan sebagai suntikan booster untuk anak usia 12 hingga 15 tahun.
Kendati demikian, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr Bahrani Hasanal mengemukakan kendala baru terhadap pemberian vaksin yang banyak diminati masyarakat ini.
Dengan kuantitas vaksin Pfizer yang begitu banyak ini, tentu Dinkes Kutim membutuhkan waktu dalam hal distribusi dan penyuntikannya kepada warga.
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kutim, Tersisa 16 Kasus Aktif Covid-19, Enam Kecamatan Zona Kuning
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kutim, Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 23 Pasien, 8 Kecamatan Zona Hijau
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kutim, Kasus Covid-19 Melandai, Pasien Sembuh Capai 163 Orang
Sementara itu, Pfizer memnutuhkan spesifikasi penyimpanan khusus yakni ultra low temperature (ULT) dengan suhu antara minus 90 hingga 60 derajat celcius.
"Pfizer ini penyimpanannya khusus, harus di suhu minus 90 sampai 60 derajat celsius untuk bertahan selama enam bulan," ujarnya, Rabu (5/1/2022).
Sementara Dinkes Kutim belum memiliki alat penyimpanan ULT tersebut, dan hanya memiliki penyimpanan dengan suhu terendah mencapai minus 25 derajat celsius saja.
Kendala ini tentu menuntut Dinkes Kutim untuk segera memberikan vaksinasi jenis Pfizer ini kepada masyarakat, sebelum kualitasnya menyusut dan kadaluarsa.
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kutim, Terkonfirmasi Covid-19 Menurun, Pasien Sembuh Meningkat Capai 3.870
Lebih lanjut, mantan Direktur RSUD Kudungga tersebut menjelaskan, jika vaksin disimpan di suhu yang tidak sesuai spesifikasi penyimpanan maka waktu simpan vaksin berkurang menjadi 30 hari saja.
"Kalau tidak di suhu ultra beku, masa simpannya cuman 30 hari saja," ujarnya.
Oleh karenanya, Kadinkes menyampaikan kekhawatiran ini kepada Satgas Penanggulangan Covid-19 Daerah untuk menyegerakan pemberian vaksin Pfizer apabila nanti sudah datang di Kutim.
Dengan jumlah yang begitu masif, Dinkes Kutim harus berlomba dengan waktu masa simpan vaksin Pfizer untuk segera melakukan penyuntikan kepada warga.
Baca juga: Dinkes Penajam Paser Utara Sebut Perlakuan Terhadap Vaksin Pfizer Berbeda dari Jenis Lainnya
Sebab kalau tidak segera, akan ada banyak vaksin pfizer yang terancam kadaluarsa karena masa simpannya habis, sementara penerima vaksinnya belum ada.
"Kita mohon bantuan dari Satgas agar nanti ketika vaksin ini datang, bisa segera kita berikan ke penerima supaya tidak kadaluarsa," ucapnya.
Satgas Covid-19 Kutim terkait persoalan ini sudah menggagas adanya program vaksinasi door to door dan mengadakan pemberian bingkisan bagi penerima vaksin untuk memaksimalkan serapan. (*)