Berita Samarinda Terkini
Banyak Bangunan Tinggi di Samarinda, Basarnas Beri Pelatihan HART Bagi Relawan
KPP Balikpapan melalui Unit Siaga SAR Samarinda mengadakan Hight Angle Rescue Tekhnik (HART) atau pelatihan teknik penyelamatan korban di ketinggian
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kantor Pencarian dan Pertolongan atau KPP Balikpapan melalui Unit Siaga SAR Samarinda mengadakan Hight Angle Rescue Teknik (HART) atau pelatihan teknik penyelamatan korban di ketinggian menggunakan tali rescue.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Jumat (7/1/2022) ini diadakan di Hotel Atlet Stadion Madya Sempaja, Jalan KH. Wahid Hasyim I, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, dan diikuti oleh 25 peserta dari beberapa potensi atau satuan relawan.
Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Dwi Adi Wibowo mengatakan, kebanyakan gedung di Kota Peradaban ini merupakan bangunan tinggi.
Oleh sebab itu ucapnya, bukan tidak mungkin suatu saat diperlukan evakuasi korban di jalur ketinggian. Sedangkan dalam pengamatan Basarnas, para relawan Samarinda hanya menguasai medan darat.
Hal ini terbukti dalam pelatihan tersebut masih banyak relawan yang takut akan ketinggian dan belum berani untuk turun membawa korban.
Baca juga: Bendera Merah Putih Raksasa Berkibar di Ketinggian 80 Meter Tebing Sesubang Paser
Baca juga: Polisi Pastikan Pria Tewas di Big Mall Samarinda Akibat Bunuh Diri, Lompat di Ketinggian 14 Meter
Baca juga: Berada di Ketinggian dan Menawarkan Udara Sejuk, Harga Tiket Masuk Tenda di Bawah Bintang Bandung
Makanya, lanjut Dwi Adi Wibowo, saat ini mereka memperkenalkan dan menjelaskan cara penggunaan peralatan rescue di ketinggian.
Mulai dari berbagai jenis tali karmantel, Carabiner, Figure Eight, full body harness, belay device, Descender, ascender Quich release dan beberapa alat rescue penunjang lainnya.
"Peralatan rescue tidak dijual sembarang karena semuanya harus memiliki spesifikasi. Jadi kita kenalkan, paling tidak kalau satuan mereka memiliki anggaran untuk membeli, mereka sudah tahu dan bisa menggunakan sendiri," imbuhnya.
Pria berusia 33 tahun ini mengatakan syarat utama bisa melakukan HART adalah memiliki keberanian, mental dan fisik yang kuat.
Karena jelasnya, dalam suatu musibah di gedung tinggi, ada puluhan orang yang harus diselamatkan dan hanya bisa ditunjang oleh keberanian serta fisik yang prima dari para rescuer.
Baca juga: Marak Bangunan Tinggi di Balikpapan, BPBD Rencanakan Pengadaan Unit untuk Jangkau di Atas 30 M
"Juga yang pasti para rescuer harus tahu dan mengerti alat-alat simpul, tahu membuat simpul dan paham fungsinya," terangnya.
Pelatihan ini diharapkan bisa terus berkelanjutan. Dwi Adi Wibowo mengatakan, tiap satuan relawan bahkan instansi bisa mengajukan pelatihan dan akan disetujui selama mereka punya waktu luang dan tidak dalam masa operasi SAR.
"Cuma yang perlu dipersiapkan adalah gedungnya. Hari ini saja kita bersurat kepada Dispora dan bersyukur diizinkan menggunakan," jelasnya.
Selain itu, Koordinator SAR Samarinda asal Banjarmasin ini berharap mereka bisa diberikan kuota untuk kegiatan sertifikasi potensi. "Dengan begitu, setiap satuan akan ada yang mendapatkan sertifikasi dari Basarnas. Itu harapan kami," pungkasnya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pelatihan-hart-dari-basarnas-diikuti-para-relawan.jpg)