Senin, 13 April 2026

Pria Bunuh Diri di Mall

Polisi Pastikan Pria Tewas di Big Mall Samarinda Akibat Bunuh Diri, Lompat di Ketinggian 14 Meter

Jajaran Kepolisian Resor Kota Samarinda memastikan bahwa Handi Guntur (27) yang ditemukan terkapar di area P2 keluar parkir Big Mall, diduga jatuh dar

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
kematian Handi Guntur (27) perlahan terungkap dan dibeberkan pihak kepolisian, pemuda ini melakukan aksi nekat (bunuh diri), aksinya setelah jajaran kepolisian menjelaskan hasil penyelidikan dan pemeriksaan 4 kamera CCTV yang berada di area P5 parkir mall. (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Jajaran Kepolisian Resor Kota Samarinda memastikan bahwa Handi Guntur (27) yang ditemukan terkapar di area P2 keluar parkir Big Mall, diduga jatuh dari ketinggian 14 meter. 

Polsek Sungai Kunjang dan Unit Reskrim Polresta Samarinda memastikan pemuda berusia 27 tahun ini terjatuh dari area parkir P5 murni melompat (bunuh diri).

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda, Ipda Dovie Eudey saat dikonfirmasi pada Senin (4/1/2021) hari ini membeberkan perihal kematian pemuda ini.

Hasil penyelidikan serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan termasuk pengecekan kamera pengintai atau Closed Circuit Television (CCTV).

Baca juga: Mulai Besok! Pemohon Baru dan Perpanjangan SIM Wajib Lampirkan Surat Lulus Uji Psikologi

Baca juga: Terkapar di Parkiran Big Mall Samarinda, Seorang Pria Tewas, Diduga Jatuh dari Ketinggian

Baca juga: Kecelakaan Maut di Balikpapan, Tabrakan Beruntun, Satu Tewas Diduga Sopir Mobil Pick Up Mengantuk

Handi Guntur melakukan aksinya melompat tak jauh dari mobilnya yang terparkir di area parkir P5.

"Kalau hasil dari penyelidikan di TKP, korban diduga memang lompat seorang diri. Karena dilihat dari CCTV, di Parkiran P5 itu benar-benar tidak ada orang lain. Dari rekaman CCTV harusnya kelihatan, karena CCTV ada yang mengarah ke TKP dia melompat.

Tapi berhubung Bigmall sudah closing (tutup), jadi lampu dimatikan, di rekaman gambarnya buram hanya bayangannya saja. Dan bayangan itu hanya sendiri juga, orang di situ dan melompat," bebernya dikonfirmasi melalui sambungan telpon seluler.

Dugaan yang mengarah pada aksi nekat (bunuh diri) diperkuat dari barang-barang berharga yang berada di mobil Handi Guntur.

Mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi KT 1807 NK berwarna silver terparkir 35 meter dari jarak korban melompat sesuai titik yang dilakukan pengukuran olah TKP Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda Minggu (3/1/2021) kemarin.

"Jadi yang memperkuat bahwa diduga korban bunuh diri, yang pertama, semua barang yang dia pakai, sebelum melompat dia taruh dulu di dalam mobil. Barang-barangnya seperti ponsel, dompet, jam tangan, sandal pun didalam mobil. Jadi, dia memang mau lompat. Itu yang memperkuat pertama," ujar Ipda Dovi Eudey.

Dugaan kuat tersebut selain terpantau oleh kamera pengintai di area P5, juga adanya pesan singkat terakhir korban kepada pihak keluarga, jika memang ada permasalah keluarga.

Disinggung pemanggilan pihak keluarga Handi Guntur, Ipda Dovi Eudey mengatakan akan diminta keterangan.

"Memang benar, sepintas kita lihat dari HP korban itu, sepertinya ada permasalahan keluarga. Ada ucapan selamat tinggal. Nah itu masih kami dalami lagi (permasalahan keluarga).

Pihak keluarga belum bisa dipanggil untuk dimintai keterangannya, karena masih berduka. Rencananya hari ini tetap dipanggil, dimintai keterangan. Yang menangani kasus ini Polsek Sungai Kunjang," ujar Ipda Dovi Eudey.

Selebihnya Ipda Dovi Eudey akan melakukan koordinasi dengan jajaran Polsek Sungai Kunjang untuk penanganan kejadian yang membuat geger pihak keluarga serta warga Kota Tepian ini.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved