Breaking News:

Berita Paser Terkini

Bakal Timbul Polemik, Plt Asisten Ekonomi Setda Paser Tanggapi Wacana Penghapusan LPG 3 Kg

LPG 3 kilogram di Kabupaten Paser diwacanakan bakal dihapus dari peredarannya, di tengah kelangkaan tabung gas bersubsidi tersebut.

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Paser, Ina Rosana menjelaskan terkait wacana penghapusan LPG 3 Kilogram, Kamis (13/1/2022). TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - LPG 3 kilogram di Kabupaten Paser diwacanakan bakal dihapus dari peredarannya, di tengah kelangkaan tabung gas bersubsidi tersebut.

Plt. Asisten Ekonomi Setda Paser, Ina Rosana mengatakan, untuk penghapusan subsidi LPG 3 kilogram merupakan kewenangan dari Pemerintah Pusat.

Dijelaskan, Gubernur Kaltim Isran Noor juga telah menyetujui usulan penghapusan subsidi tersebut.

"Pemprov melalui Perindakop Kaltim sudah mengusulkan, namun belum ada keputusan final dari pemerintah pusat," kata Ina Rosana saat ditemui di Kantor Bupati Paser, Kamis (13/1/2022).

Namun ia belum bisa memastikan, apakah subsidi LPG 3 kg dihapuskan atau diubah dalam bentuk lain.

Baca juga: Demi Ketahanan Pasokan di Kaltim, Pertamina Tambah Titik Suplai LPG

Baca juga: Warga Balikpapan Keluhkan Kenaikan Harga LPG Non Subsidi

"Misalnya diubah dalam bentuk subsidi tertutup atau yang lain sebagainya," tambahnya.

Dijelaskan, dengan banyaknya masalah yang terjadi di lapangan sehingga Disperindagkop Kaltim mewacanakan penghapusan subsidi LPG 3 kg tersebut.

Walaupun wacana tersebut bakal menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat, namun pemerintah tetap menyiapkan solusinya.

"Ya, itu tadi, pasti ada solusi lain seperti yang saya katakan sebelumnya, apakah melalui subsidi tertutup, atau seperti apa. Itu yang kita tunggu hasilnya," kata Ina Rosana.

Saat pembahasan kelangkaan tabung LPG 3 kg, Pemprov Kaltim juga membahas penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.

“BBM jenis pertalite dalam waktu rapat di Provinsi tidak ada batasan, tapi kenyataannya di SPBU di Kabupaten
Paser banyak dikeluhkan masyarakat karena langka," ujarnya.

Baca juga: Harga LPG 3 Kg di Tarakan Selangit, Pelaku UMKM Menjerit

Menindaklanjuti persoalan itu, lanjut Ina Rosana, Pemkab Paser meminta Disperindagkop untuk membuat surat pemanggilan ke pihak Pertamina.

"Nanti akan kita bicarakan lebih lanjut dengan Perindagkop Provinsi," ucap Ina Rosana. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tRibunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved