Virus Corona
Gelombang Ketiga Covid-19 Bakal Berfek Besar, Epidemiolog Ingatkan Masih Ada Omicron
Negara Indonesia masih memiliki keterbatasan dalam melakukan pelacakan kasus Covid-19.
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Negara Indonesia masih memiliki keterbatasan dalam melakukan pelacakan kasus Covid-19.
Dan belum meratanya cakupan vaksinasi Covid-19 di berbagai daerah.
Banyak yang tidak bergejala dan di tengah keterbatasan daya terdeteksi. Belum tentu mampu mendeteksi peningkatan yang cepat di masyarakat.
Kasus Covid-19 varian Omicron terus melonjak. Pemerintah pun memprediksi puncak kasus varian ini terjadi pada awal Februari mendatang.
Baca juga: Gelar Vaksinasi Covid-19 Booster Serentak di Indonesia Diizinkan Kemenkes
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Saja tak Cukup untuk Mencegah Penularan Virus Corona
Baca juga: Genjot Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia, Polres Kubar Turunkan Tim Penjemput ke Kampung-Kampung
Merespons hal ini, Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, gelombang ketiga Covid-19 ini tidak bisa dihindari.
"Prediksi gelombang ketiga ini sudah saya sampaikan sejak Agustus-November 2021 lalu," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (13/1/2022).
Menurutnya, potensi gelombang ketiga terjadi, selama angka penularan kasus positif Covid-19 masih terjadi.
Ia menuturkan, dampak Omicron yang muncul di tengah kasus varian Delta yang belum usai, diprediksi jauh lebih besar.
"Sekarang menghadapi atau sudah di tahun 2022 dan kita memiliki Omicron di dunia ini, termasuk di Indonesia tentu potensi gelombang ketiga ini menjadi jauh lebih besar," tutur Dicky.
Baca juga: Binda Kaltim Gelar Vaksinasi Covid-19 di Sangatta Utara, Sasar hingga 300 Orang
"Lebih besar apanya? bukan potensi kejadiannya saja. Tapi potensi dampaknya dari Omicron, karena bersinergi dengan dampak varian Delta yang belum selesai," sambung dia.
Terlebih saat ini, Indonesia masih memiliki keterbatasan dalam melakukan pelacakan kasus Covid-19 dan belum meratanya cakupan vaksinasi.
"Banyak yang tidak bergejala dan di tengah keterbatasan daya terdeteksi kita. Kita belum tentu mampu mendeteksi peningkatan yang cepat di masyarakat," pesannya.
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tRibunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pakar: Dampak Gelombang Ketiga Covid-19 Diprediksi Lebih Besar