Breaking News:

Berita Kukar Terkini

Hindari Konflik Sosial akibat Utang Piutang, Kapolres Kukar Imbau Warga Pinjam ke Koperasi atau Bank

Kejadian pembacokan yang dilakukan nasabah terhadap penagih utang hingga tewas di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Selasa (11/1/20

Penulis: Aris Joni | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Kapolres Kukar, AKBP Arwin Amrih Wientama. Ia meminta masyarakat untuk berpikir telebih dahulu sebelum mengambil pinjaman, baik di pinjaman online maupun pinjaman lainnya seperti koperasi atau bank. TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Kejadian pembacokan yang dilakukan nasabah terhadap penagih utang hingga tewas di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Selasa (11/1/2022) lalu, menjadi perhatian serius Kapolres Kukar, AKBP Arwin Amrih Wientama.

Di mana, AKBP Arwin Amrih Wientama meminta masyarakat untuk berpikir telebih dahulu sebelum mengambil pinjaman, baik di pinjaman online maupun pinjaman lainnya seperti koperasi atau bank.

"Jadi sebelum melakukan pinjaman harus dipikirkan secara matang," ujarnya.

Dia mengemukakan, para peminjam agar lebih memperhatikan lembaga peminjaman tersebut, di mana diupayakan agar ke pinjaman yang memang sesuai dengan aturan.

"Kalau pada perorangan itu potensinya konflik sosialnya tinggi," ucapnya, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: Fakta Pembacok Penagih Utang di Kukar, Ternyata Pinjaman Istrinya, Ucapan Korban Bikin Gelap Mata

Baca juga: 5 Jam Kritis, Penagih Utang yang Jadi Korban Pembacokan di Tenggarong Akhirnya Meninggal Dunia

Dia juga meminta masyarakat agar menghindari peminjaman yang tidak sesuai dengan aturan dan lebih menyarankan ke peminjaman yang memiliki aturan jelas, seperti koperasi simpan pinjam atau perbankan.

"Kalau ke yang tidak sesuai aturan, ya berisikonya itu yang tadi, ada tagihan-tagihan yang sifatnya memaksa oleh oknum, sehingga yang dari awal seperti itu berakibatlah kejadian seperti kemarin (pembacokan)," tuturnya.

Dalam hal tersebut, dia tetap tegas dalam proses penindakan, di mana siapapun oknumnya yang bersalah, baik peminjam maupun penagih, maka akan tetap diproses hukum.

"Secara penindakan, kita akan tegas siapapun yang bersalah akan kita proses," katanya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tRibunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved