Breaking News:

OTT KPK di PPU

Bupati PPU AGM Diduga Korupsi pada Proyek Tahun 2021 Melalui Dinas PUPR dan Disdikpora

Bupati Abdul Gafur Masud (AGM) telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK melalui konferensi pers pada Kamis (13/1/2022) malam.

Penulis: Dian Mulia Sari | Editor: Rahmad Taufiq
TANGKAP LAYAR
Tangkapan layar konferensi pers KPK melalui kanal YouTube pada Kamis (13/1/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud (AGM) telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK melalui konferensi pers pada Kamis (13/1/2022) malam.

KPK menemukan adanya bukti permulaan yang cukup terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi. Sehingga KPK meningkatkan status perkara tersebut ke tahap penyidikan.

Para tersangka di antaranya adalah sebagai pemberi, yaitu AZ dari swasta, sedangkan sebagai penerima AGM, Bupati PPU periode 2018-2023, MI sebagai Plt. sekda PPU, EH Kepala Dinas PUPR PPU, JM Kabid Disdikpora PPU, dan NA dari swasta, yaitu Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Balikpapan.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, konstruksi perkara diduga telah terjadi pada tahun 2021.

Kabupaten PPU, Kalimantan Timur (Kaltim) mengagendakan beberapa proyek pekerjaan yang ada pada Diinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) PPU dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Oahraga (Disdikpora) PPU dengan nilai kontrak sekitar Rp 112 miliar antara lain untuk proyek Multiyears atas peningkatan jalan Sotek, Bukit Subur dengan nilai kontrak Rp 58 miliar dan pembangunan gedung perpustakaan dengan nilai kontrak Rp 9,9 miliar.

Baca juga: KRONOLOGI LENGKAP OTT Bupati PPU, Kumpulkan Fee Proyek hingga Rp950 Juta, AGM Resmi Tersangka KPK

Baca juga: Bupati PPU Kena OTT KPK, Wabup Hamdam Sebut Sudah Lama tak Komunikasi Dengan AGM

"Atas adanya beberapa proyei tersebut tersangka AGM selaku Bupati diduga memerintahkan tersangka MI selaku Plt. Sekda kabupaten PPU, tersangka EH Kepala Dinas PUPR PPU dan tersangka JM selaku Kabid Disdikpora PPU untuk mengumpulkan sejumlah uang dari para rekanan yang sudah mengerjakan beberapa proyek fisik di Kabupaten PPU," kata Alek.

Bukan hanya itu, Alek mengemukakan AGM diduga juga menerima sejumlah uang atas penerbitan beberapa perizinan antara lain perizinan untuk HGU Lahan Sawit di Kabupaten PPU dan perizinan pemecah batu pada Dinas PUPR PPU.

Alex juga mengungkapkan tiga orang tersangka, yakni MI, EH dan JM merupakan orang-orang pilihan dan kepercayaan dari tersangka AGM.

Ketiga orang tersebut dijadikan sebagai representasi dalam menerima maupun mengelola sejumlah uang dari berbagai proyek untuk selanjutnya digunakan untuk keperluan tersangka AGM.

"Tersangka AGM diduga bersama tersangka EH menerima dan menyimpan serta mengelola uang yang diterimanya dari para rekanan di dalam rekening bank milik tersangka NA yang nantinya dipergunakan untuk keperluan tersangka AGM," ujarnya.

Baca juga: Bupati Penajam Paser Utara AGM Ditangkap di Lobi Mal, Uang Rp 1 M dan Barang Belanjaan Ikut Disita

Alex menambahkan, di samping itu tersangka AGM juga diduga telah menerima uang tunai sejumlah Rp 1 miliar dari tersangka MZ yang diketahui mengerjakan proyek jalan dengan nilai kontrak Rp 60 miliar di Kabupaten PPU. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tRibunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved