OTT KPK di PPU

Soal Dugaan Setoran ke Elite Parpol dalam OTT Bupati PPU, KPK Sebut Itu Bisa Jadi Petunjuk

KPK menangkap tangan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud, Rabu (12/1/2022) malam. Ia ditangkap oleh KPK ketika berada di salah satu mal

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Rahmad Taufiq
HO/KPK RI
KPK menunjukkan alat bukti berupa uang senilai Rp 1 miliar serta beberapa barang-barang dalam pres rilis yang digelar di kantor KPK Jakarta, Jumat (14/1/2022) dini hari. HO/KPK RI 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - KPK menangkap tangan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud, Rabu (12/1/2022) malam. Ia ditangkap oleh KPK ketika berada di salah satu mal di bilangan Jakarta.

Saat ini KPK baru menetapkan enam tersangka dari belasan yang ditangkap tangan KPK.

Dari enam tersangka itu Bendahara Umum DPC Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis ikut diciduk lembaga anti rasuah itu.

Ditangkapnya pengurus DPC Demokrat diduga adanya setoran ke elit partai di Jakarta.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwarta dalam siaran pers Kamis (14/1/2022) dini hari mengatakan ada kemungkinan hal tersebut bisa terjadi. Apalagi kepala daerah di Indonesia terafiliasi dengan partai politik.

Baca juga: KRONOLOGI LENGKAP OTT Bupati PPU, Kumpulkan Fee Proyek hingga Rp950 Juta, AGM Resmi Tersangka KPK

Baca juga: Bupati PPU Kena OTT KPK, Wabup Hamdam Sebut Sudah Lama tak Komunikasi Dengan AGM

Apalagi dugaan tersebut semakin berkembang di tengah kondisi pemilihan Ketua DPD Demokrat. Dimana AGM merupakan salah satu calon Ketua DPD Demokrat Kaltim.

Namun untuk memastikan itu, pihaknya masih harus mendalami kasus ini. Sebab yang baru ditemukan adalah kasus suap dan gratifikasi proyek serta perizinan di Kabupaten PPU.

"Tadi disampaikan sedang ada pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat di Kalimantan Timur, salah satu calonnya AGM apakah ada dugaan aliran dana tentu didalami proses penyidikan," ucapnya.

"Saat ini belum kami dapatkan tentu simpul-simpul tadi seperti pemilihan Ketua DPD di Jakarta bersangkutan dengan bendahara partai ini jadi petunjuk tentu nanti lihat proses penyidikan kami belum bisa berikan informasi," kata Alex lebih lanjut.

Kasus tersebut bisa saja berkembang. Hal tersebut jika memang menemukan alat bukti yang kuat dan cukup terkait kucuran dana ke Partai Demokrat.

Baca juga: Postingan Terakhir Menyentuh! Fakta Bupati PPU AGM Kena OTT KPK, Punya Kakak Wali Kota & Anggota DPR

"Informasi sebatas itu tadi sejauh ini baru terkait dengan pemberian pengerjaan proyek dan perizinan makanya sepakat naik. Tentu nanti di dalam proses penyidikan ada hubungannya, ada alat bukti cukup jadi bahan penyidik memperluas cakupan penanganan perkara ini," ucap Alexander Marwarta.

Keenam tersangka tersebut yaitu Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud, Achmad Zuhdi alias Yudi yang merupakan pihak swasta; Plt Sekda Penajam Paser Utara, Mulyadi; Kadis PUTR Penajam Paser Utara, Edi Hasmoro; Kabid Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Jusman; serta Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan, Nur Afifah Balqis.

Alexander Marwata mengungkapkan, Abdul Gafur bersama Nur Afifah Balqis diduga menerima dan menyimpan serta mengelola uang-uang yang diterimanya dari para rekanan di dalam rekening bank milik Nur Afifah.

Uang itu digunakan untuk keperluan Abdul Gafur.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved