Sering Jadi Simbol Malu, Tenyata Ada Makna Mendalam dari Emoji Monyet Menutup Mata
Tahu atau pernah menggunakan emoji monyet menutup mata? ternyata ada makna mendalam di baliknya, lo!
TRIBUNKALTIM.CO - Teman-teman tahu atau pernah menggunakan emoji monyet menutup mata? ternyata ada makna mendalam di baliknya, lo!
Banyak yang menggunakan emoji supaya pesan yang dikirim lebih menarik atau lebih mewakili pesan yang ingin disampaikan.
Orang sering menggunakan emoji ini untuk mengekspresikan rasa malu atau bisa juga rasa takut.
Sehingga ia menutup kedua tangannya dengan tangan.
Baca juga: UPDATE Fitur Baru WhatsApp di Tahun 2022, Ada Perubahan Emoji WA hingga Editor Foto
Dalam sebuah percakapan, terkadang emoji monyet menutup mata juga bisa digunakan apabila seseorang merasa tidak percaya diri dengan apa yang ingin ia bicarakan.
Penggunaan emoji ini sebagai ekspresi malu sebenarnya tidak masalah.
Namun, banyak orang yang belum tahu fakta di balik emoji monyet menutup mata ini.
Ternyata emoji monyet menutup mata ini punya arti yang mendalam, lo.
Simak ulasannya seperti dilansir Bobo.id di artikel berjudul Banyak yang Pakai sebagai Simbol Malu, Ternyata Ada Makna Mendalam dari Emoji Monyet Menutup Mata.
Makna Emoji Monyet Menutup Mata
Bersumber dari Kompas.com, emoji monyet menutup mata adalah salah satu perwujudan dari Three Wise Monkeys.
Three Wise Monkeys adalah pribahasa kuno Jepang yang dilambangkan dengan tiga ekor monyet yang berekspresi dengan menutup mata, kuping, dan mulut.
Tiga emoji monyet itu melambangkan: sees no evil, hears no evil, dan speaks no evil.
Dalam istilah bahasa Jepang (Mizaru), emoji monyet yang sedang menutup mata dijuluki dengan sebutan "See-No-evil Monkey". Artinya tidak ingin melihat kejahatan.
Sejarah Emoji
Tahukah teman-teman? Nama emoji ternyata diambil dari bahasa Jepang, yaitu e yang berarti "gambar" dan moji yaitu "karakter".
Penggunaan bahasa Jepang untuk emoji disebabkan karena emoji diciptakan pertama kali di Jepang oleh seorang karyawan DoCoMo, yaitu Shigetaka Kurita.
Baca juga: Sering Anda Pakai di Aplikasi WhatsApp, Ini Arti Emoji Love Berdasarkan Warnanya
NTT DoCoMo adalah sebuah perusahaan komunikasi seluler yang ada di Jepang dan merupakan perusahaan yang besar di Jepang.
Saat bekerja di perusahaan ini, Shigetaka ditugaskan dengan tim yang bertugas mengembangkan sistem internet seluler pertama di perusahaan tersebut.
Nah, saat itu sistem yang digunakan membatasi pengguna hanya bisa menuliskan 250 karakter saja dalam pesan, teman-teman.
Karakter yang dimaksud di sini bukan hanya huruf saja, tapi juga termasuk tanda baca, seperti titik, koma, tanda tanya, spasi, dan tanda baca lainnya.
Shigetaka menganggap jumlah ini terlalu sedikit sehingga menurutnya akan lebih efektif jika pengguna bisa berkomunikasi dengan menggunakan emoji.
Penggunaan emoji dalam berkomunikasi lewat pesan singkat bisa memungkinkan pengguna mengimkan pesan dengan lebih efektif tapi tetap dapat mengekspresikan pesan yang dimaksud.
Selain itu, dengan menggunakan emoji, data yang digunakan saat berkirim pesan juga lebih sedikit, lo.
Ada Berbagai Karakter dalam Emoji
Pada awal penciptaan emoji, ada 176 gambar atau karakter emoji yang dibuat oleh Shigetaka dan timnya, nih, teman-teman.
Baca juga: Perubahan Fitur Emoji WhatsApp, Bakal Ada Animasi Emoji Cinta Versi Baru, Cocok buat Kaum Bucin
Karakter tersebut tidak hanya terdiri dari ekspresi wajah atau emosi saja, tapi juga berbagai hal lain, yaitu cuaca, makanan, minuman, perasaan, hingga suasana hati.
Shigetaka mengatakan dirinya terinspirasi dari komik Jepang atau manga dan karakter huruf Mandarin yang juga digunakan dalam sistem penulisan Jepang modern atau kanji.
Emoji yang diciptakan oleh Shigetaka kemudian menjadi sangat populer di Jepang dan mulai digunakan oleh berbagai perusahaan komunikasi lainnya di Jepang.
Emoji Menyebar ke Seluruh Dunia
Shigetaka menciptakan emoji di akhir 1990-an, yaitu sekitar 1998 hingga 1999 lalu.
Meskipun sudah banyak digunakan oleh perusahaan komunikasi di Jepang, ternyata masih banyak perusahaan atau pengguna alat komunikasi yang belum terbiasa menggunakan emoji.
Penggunaan emoji mulai tersebar luas saat akhir 2000-an, perusahaan komunikasi Apple mulai memasukkan emoji ke iOS, yaitu sistem operasi telepon genggam buatannya.
Sejak saat itu, orang yang mengirim pesan menggunakan telepon genggam produk Apple bisa menggunakan emoji di setiap pesannya.
Nah, pada 2010, emoji mulai digunakan di berbagai alat komunikasi dan tidak hanya digunakan oleh Apple saja.
Hampir seluruh perusahaan teknologi saat ini sudah menggunakan emoji dalam berkomunikasi, seperti pada media sosial dan berbagai aplikasi berkirim pesan.
Saat berkirim pesan atau menuliskan komentar, emoji apa yang sering teman-teman gunakan?
(Penulis: Conney Stephanie, Tyas Wening)
(*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/emoji-monyet-menutup-mata.jpg)