Rabu, 27 Mei 2026

Banjir di Bontang

Banjir di RT 33 Bontang, Lurah Api-api Usul Pembuatan Pintu Air Sebelum Tanggul Rusak

Genangan air banjir selalu menghampiri warga RT 33 di Kelurahan Api-api, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur

Tayang:
Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Jadi langganan banjir saat curah hujan tinggi, warga RT 33, Kelurahan Api-api, Bontang Utara, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, terpaksa harus membangun tanggul darut penghalang air. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Genangan air banjir selalu menghampiri warga RT 33 di Kelurahan Api-api, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur

Kontan saja, warga setempat mengambil solusi dengan terpaksa harus membangun tanggul darut penghalang air.

Dijelaskan oleh Lurah Api-api, Hadha Sulistiyono berharap, nantinya di RT 33 bisa dibuatkan pintu air untuk mengatur ketinggian luapan sungai, sebelum tanggul darurat milik warga itu kembali rusak.

"Semoga bisa cepat di bangun lah. Masyarakat sudah sampai swadaya meminimalisir ketinggian banjir dengan membangun tanggul darurat," ungkapnya kepada TribunKaltim.co pada Rabu (26/1/2022).

Baca juga: Banjir di RT 33 Bontang, Warga Swadaya Bangun Tanggul Darurat Pakai Karung Berisi Pasir

Baca juga: Antisipasi Banjir, Pemkot Bontang Kucurkan Rp 1,5 M untuk Normaliasi Sungai Bulan Depan

Baca juga: Sungai Bontang Meluap, 15 RT di 5 Kelurahan Terendam Banjir Semalaman

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang, Usman mengatakan, pada 2022 ini realisasi penurapan akan dilakukan prioritas di Kelurahan Gunung Elai Jalan Imam Bonjol hingga Perumahan Bontang Permai Kelurahan Api-api.

Anggaran yang digelontorkan ialah Rp 7,5 miliar. Nantinya penurapan itu dengan panjang sekira 350 meter.

"Bertahap lah kita lakukan langkah pencegahan banjir. Semoga, di anggaran berikutnya bisa masuk dan prioritas di RT 33 Kelurahan Api-api," ucap Usman.

Swadaya Bangun Tanggul

Jadi langganan banjir saat curah hujan tinggi, warga RT 33, Kelurahan Api-api, Bontang Utara, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, terpaksa harus membangun tanggul darut penghalang air.

Tanggul darurat yang menggunakan karung berisi pasir itu ditumpuk guna menghalang luapan air sungai yang masuk ke pemukiman warga.

Ketua RT 33 Sugito mengatakan, meski sepenuhnya tidak mampu membendung luapan air sungai, minimal bisa mengurangi debit air yang masuk ke rumah warga.

Dari hasil urunan warga, tanggul darurat itu dibangunan membentang sepanjang 80 meter.

Baca juga: Tangani Banjir di Bontang Basri Rase Gandeng ITS, Mulai Kerja saat Hari Pelantikan Esok

"Kami swadaya itu bangun tanggul darurat. Karena, disitu belum di turap permanen," kata Sugito kepada, Rabu (26/1/2022).

Untuk membendung, setidaknya masyarakat menumpukkan sekira 582 karung. Dengan ketinggian yang bervariasi, ada yang 4 atau 5 karung.

Pembuatan ini tanggul darurat ini sejak dua pekan lalu. Sebelumnya, warga perna membuat tanggul yang sama. Namun tanggul sebelumnya rusak.

"Sudah pernah itu dua tahun lalu. Tapi sudah rusak. Ini kali kedua kita melakukan tumpukan karung agar debit air bisa berkurang," ucapnya.

Baca juga: Polder Pengendali Banjir di Bontang Kuala Bakal Dibangun Tahun Depan, Diajukan Anggaran Rp 38 Miliar

Dulunya dikatakan Sugito, sebelum di tanggul ketinggian air bisa mencapai 80 centimeter.

Namun, jika tidak di turap secara permanen maka tanggul darurat itu juga akan kembali rusak atau larut terbawa arus.

"Dulu sebelum ada tumpukan karung itu, banjirnya tinggi sampai masuk rumah warga," katanya.

Makanya, pihaknya berharap respons Pemkot Bontang bisa lebih cepat melanjutkan sisa pembangunan turap sebelah kanan ini.

"Untuk membendung air saat terjadi luapan sungai," tuturnya. (TribunKaltim.co/Ismail Usman)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved