Virus Corona di Samarinda

Kondisi Sebaran Covid-19 di Samarinda Masih Relatif Aman, Andi Harun Tetap Tingkatkan Pengawasan

Perkembangan kasus Covid-19 di Kota Samarinda dinyatakan masih relatif aman oleh Walikota Samarinda, Andi Harun di tengah peningkatan kasus di beberap

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/HANIVAN MA'RUF
Walikota Samarinda, Andi Harun menyatakan kondisi kasus Covid-19 di Kota Samarinda masih relatif aman kendati berkembangnya kasus Covid-19 di beberapa daerah yang terjadi peningkatan. TRIBUNKALTIM.CO/HANIVAN MA'RUF 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Perkembangan kasus Covid-19 di Kota Samarinda dinyatakan masih relatif aman oleh Walikota Samarinda, Andi Harun di tengah peningkatan kasus di beberapa daerah.

Andi Harun mengatakan, meskipun kondisi di Kota Samarinda masih relatif aman, namun ia meminta jajaran pemkot untuk meningkatkan pengawasan terhadap kasus yang berkembang di daerah lain, yang berpotensi mempengaruhi kondisi di Kota Tepian.

"Kasus di Balikpapan dan Kutai Timur juga kami monitor, memang ada kasus di Samarinda hingga saat ini ada 18 orang, namun masih relatif aman karena kita melakukan tracing," katanya, Kamis (3/2/2022).

"Dengan adanya perkembangan meskipun hanya 18 orang tapi ini benar-benar kita anggap serius, karena kita tidak boleh kehilangan kewaspadaan," ujar walikota.

Andi Harun mengemukakan, dirinya telah berkoordinasi dengan perangkat pemerintah di masing-masing wilayah kecamatan untuk kembali meningkatkan pengawasan melalui operasi yustisi dan operasi protokol kesehatan.

Baca juga: Pantau Penerapan Aplikasi PeduliLindungi di Mal, Satgas Covid-19 Samarinda Tegur Warga Belum Vaksin

Baca juga: Lonjakan Covid-19 Kaltim, Gubernur Isran Noor: Pembelajaran Tatap Muka Masih Dievaluasi

"Kita instruksikan kepada seluruh camat dan lurah termasuk polri, untuk mengkonsolidasi terhadap operasi prokes terutama masker," jelasnya.

Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Samarinda, saat ini ada sekitar 16 kasus aktif yang sedang dirawat.

Tercatat dalam beberapa hari terakhir, di Kota Samarinda juga sempat mengalami penambahan kasus konfirmasi Covid-19 hingga 18 orang dalam satu hari.

Menurut Andi Harun, kasus aktif yang ada saat ini juga dipengaruhi oleh data kasus yang tercatat masuk dalam wilayah administratif Kota Samarinda, sedangkan posisi orang yang terkonfirmasi berada di daerah lain.

"Ada juga karena datanya berbasis NIK, jadi karena KTP nya Samarinda jadi tercatat kasusnya di Samarinda, padahal orangnya di Jakarta," tuturnya.

Baca juga: 13 Pegawai BPKAD Kaltim Positif Covid-19 usai Lakukan Perjalanan Dinas ke Aceh

Dengan perkembangan situasi pandemi yang terjadi, mantan Wakil Ketua DPRD provinsi Kaltim tersebut tidak menutup kemungkinan akan melakukan kembali melakukan pengetatan mobilitas kendati saat ini status PPKM di kota Samarinda masih berada di level 2.

"Meskipun kita masih dalam kondisi aman, tetapi tidak menutup kemungkinan kita akan lakukan pengetatan kembali," ucap walikota. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved