Kenapa Perjalanan Pulang Terasa Lebih Cepat daripada Berangkat? Ini Penjelasannya Secara Ilmiah
Pernahkah merasa bahwa perjalanan pulang terasa lebih cepat ketimbang ketika berangkat? ternyata penyebabnya bisa dijelaskan secara ilmiah.
TRIBUNKALTIM.CO - Teman-teman, pernahkah merasa bahwa perjalanan pulang terasa lebih cepat ketimbang ketika berangkat?
Padahal, jarak yang ditempuh saat pulang dan pergi sama saja, atau bahkan dengan kecepatan yang sama pula.
Perjalanan pulang yang terasa lebih cepat daripada saat berangkat ini dialami banyak orang, teman-teman.
Ternyata, perasaan ini ada penjelasan ilmiahnya, lo.
Baca juga: Kenapa Ibu Kota Pindah dari Jakarta ke IKN Nusantara di Kaltim? Ternyata Ini 4 Alasan Utamanya
Perjalanan pulang yang terasa lebih dekat daripada berangkat ini dikenal dengan efek Kappa.
Apa itu? Simak selengkapnya seperti dilansir Bobo.id di artikel berjudul Kenapa Perjalanan Pulang Terasa Lebih Cepat daripada Saat Berangkat?
Efek Kappa
Efek Kappa dalam disiplin ilmu psikologi dan neurosains adalah efek yang perjalanan pulang yang terasa lebih cepat daripada berangkat.
Efek Kappa yaitu saat lama perjalanan dari satu tempat ke tempat lain bagi sebagian orang terasa berbeda, tepatnya ketika mereka pergi dan pulang.
Padahal, tidak ada perbedaan jarak tempuh antara pergi dan pulang.
Apalagi jika kecepatan kendaraan sama.
Mari kita anggap kecepatan saat pergi dan pulang tetap sama, sehingga waktu yang dibutuhkan pun sama.
Walau demikian, sebagian orang mungkin akan tetap merasa bahwa waktu pulang lebih cepat.
Hal ini lebih disebabkan oleh cara kerja otak dalam menafsirkan waktu, khususnya terkait jangka waktu sebuah aktivitas.
Penafsiran Waktu oleh Otak
Berdasarkan penjelasannya, Efek Kappa, yang terkait dengan persepsi terhadap jangka waktu aktivitas oleh otak adalahhal yang sangat rumit.
Baca juga: Perkembangan Teknologi Transportasi: Dari Delman ke Mobil dan Kereta Api, Selanjutnya Mobil Terbang?
Otak manusia memiliki kemampuan untuk menjaga diri kita tetap waspada pada hal-hal baru.
Termasuk pada tempat tujuan baru yang belum kita kunjungi.
Karena otak membuat kita lebih waspada, maka perjalanan berangkat akan terasa lebih lama.
Sebab otak akan bertanya-tanya kapan diri kita akan sampai.
Otak akan menafsirkan setiap bagian perjalanan berangkat dan menebak-nebak tujuan.
Sehingga, otak akan merasa jauh lebih waspada saat perjalanan berangkat tujuan.
Berbeda dengan perjalanan pulang, otak sudah mengenai jarak antara tempat tujuan dan rumah.
Otak yang tadinya waspada, akan menjadi jauh lebih rileks.
Otak akan cenderung mengabaikan setiap bagian dari perjalanan pulang, karena otak sudah mengenali lingkungan sekitar pada saat perjalanan berangkat sebelumnya.
Karena otak tidak lagi merasa waspada, maka otak tidak akan fokus pada perjalanan pulang.
Otak akan lebih fokus pada hal lain selama perjalanan.
Baca juga: Fakta Unik Norwegia yang Jadi Negara Terbahagia di Dunia, Ada Hal Menarik Soal Jumlah Pengangguran
Nah, itulah yang membuat perjalanan pulang terasa lebih cepat, sebab otak kita akan fokus pada hal lain selama perjalanan.
Itulah alasan mengapa perjalanan pulang akan terasa lebih cepat daripada berangkat.
(*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/wanita-naik-motor_20180421_163607.jpg)