Minggu, 26 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Mengenal Sejarah Populernya Cosplay di Kaltim, Berawal Dari Kumpul-Kumpul di Monpera Balikpapan

Di Balikpapan sendiri, cosplay pertama kali muncul tahun 2008, saat itu ada komunitas Nyakayo, JCR, dan Touhi yang mencoba mempopulerkan cosplay

TRIBUNKALTIM.CO/HO
Di Balikpapan sendiri, cosplay pertama kali muncul tahun 2008, saat itu ada komunitas Nyakayo, JCR, dan Touhi yang mencoba mempopulerkan cosplay di kaltim.TRIBUNKALTIM.CO/HO/Dokumentasi Hikaru Youkoso Japan 2022 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Istilah Cosplay terdengar tidak asing di telinga pecinta budaya Jepang.

Istilah Cosplay pertama kali muncul di Negara barat, walaupun sering dikaitkan oleh budaya Jepang tapi pesta kostum dimulai pertama kali oleh Amerika pada abad ke-15.

Cosplay pertama kali populer di kalangan remaja Jepang pada tahun 1984 oleh Nobuyuki Takahashi saat menonton pesta kostum tahun 1984 di Los Angeles.

Takahasi terkesan dengan orang-orang yang memakai kostum dan menggunakan kata-kata itu di beberapa majalah di Jepang hingga terkenal saat ini.

Indonesia menciptakan generasi cosplay pertamanya pada awal tahun 2000-an.

Baca juga: Polda Kaltim Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak dan Lansia, Sajikan Cosplay hingga Sasar 41 Titik

Baca juga: Satu Lagi Musisi Kota Balikpapan, Emi Vilien Narapati Senja Akan Rilis EP Dalam Waktu Dekat

Baca juga: Penjualan Motor Sport Yamaha di Balikpapan Kalimantan Diperkirakan Naik, Klaim Pengaruh GP Mandalika

Namun walau sudah ada komunitas-komunitas cosplay bermunculan tidak banyak yang mengenal istilah tersebut dan menganggap hobi yang aneh.

Hingga ratu cosplay, Pinky Lu Xun muncul dan mempopulerkan istilah cosplay di Indonesia dengan foto-foto cosplaynya yang menarik perhatian masyarakat.

Di Balikpapan sendiri, cosplay pertama kali muncul tahun 2008, saat itu ada komunitas Nyakayo, JCR, dan Touhi yang mencoba mempopulerkan cosplay di kaltim.

Ketua Touhi tahun 2011, Yoga Handoko atau sering disapa Mashiro mengumpulkan teman-teman sesama penggemar Pop Culture di Balikpapan dan mendorong untuk menfasilitasi anggota mereka, yang ingin mengekspresikan diri sehingga terciptalah event pertama cosplay di SMK N 4, Balikpapa tahun 2012 bernama Ganbatte dan cukup sukses menarik perhatian.

“Awalnya cuma iseng mengajak kumpul di Monpera untuk sharing soal hobi, tapi akhirnya kepikiran untuk menciptakan event di Balikpapan” imbuhnya.

Tahun 2013-2015 komunitas-komunitas cosplay di Balikpapan mulai menggaet beberapa sponsor untuk menciptakan event berskala besar.

Mereka juga mendatangkan bintang tamu, cosplayer professional dari Jakarta Bernama Echow Eko untuk menarik peminat cosplayer.

Mashiro mengatakan, selain usaha untuk menarik perhatian masyarakat akan cosplay, dia dan komunitasnya juga memiliki hubungan sosial yang baik dengan banyak komunitas di luar, agar bisa mencontoh bagaimana komunitas lain di luar pulau Kaltim bisa menyebarkan hobi ini hingga ke ranah Internasional.

Baca juga: RSKD Balikpapan Resmikan Fasilitas One Day Care untuk Anak-anak Penderita Kanker Darah

Event cosplay paling bombastis yang pernah digelar adalah event jfest 2016 berlokasi di Plaza Balikpapan.

“Disitu tumpah ruah mulai dari lomba cosplay, manga, card game, toys, jrock, dan lain-lain berkumpul untuk memamerkan hobi masing-masing” ujar Mashiro. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved