Senin, 18 Mei 2026

Virus Corona di Balikpapan

ASN di Balikpapan Diminta Batasi Perjalanan Dinas, Terutama ke Tiga Daerah Ini

Walikota Balikpapan Rahmad Masud meminta kepada ASN di lingkungan pemerintah kota untuk membatasi perjalanan dinas.

Tayang:
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ilustrasi ASN menggunakan pakaian korpri tengah menggelar apel di halaman Pemkot Balikpapan. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Walikota Balikpapan Rahmad Masud meminta kepada ASN di lingkungan pemerintah kota untuk membatasi perjalanan dinas.

Hal itu setidaknya perlu dilakukan hingga kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kembali menunjukkan penurunan atau melandai.

“Sudah saya intruksikan, kalau sekiranya tidak mendesak dan bisa tidak dihadiri, tidak usah berangkat dulu,” ujarnya di Kantor Walikota Balikpapan, Senin (7/2/2022).

Intruksi untuk menahan perjalanan dinas, lebih diutamakan untuk tujuan DKI Jakarta, Jawa dan Bali yang memang jadi penyumbang terbesar kenaikan kasus Covid-19.

“Kan sekarang juga bisa mengikuti lewat zoom, jadi kalau memang tidak terlalu urgent saya minta ditahan dulu,” kata Rahmad.

Baca juga: Tak Ada Omicron Masuk Kaltim, Kru Kapal di Balikpapan yang Terindikasi Covid-19 Tetap Dipantau

Baca juga: Penularan Covid-19 Kian Cepat, Dinkes Balikpapan Minta Pelaku Perjalanan Karantina Mandiri

Baca juga: Penularan Covid-19 Kian Cepat, Dinkes Balikpapan Minta Pelaku Perjalanan Karantina Mandiri

Sebagaimana diketahui, dalam sepekan terakhir, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Balikpapan terus melonjak.

Dalam sepekan terakhir ini saja total kasus Covid-19 sudah menembus 313. Tambahan kasus ini didominasi oleh pelaku perjalanan dari luar kota, khususnya Jakarta dan Bali.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, juga meminta kepada pelaku perjalanan untuk melakukan karantina mandiri setibanya di Kota Balikpapan.

Sebab, pelaku perjalanan memang paling potensial menulari keluarga dan rekan kerja di lingkungan perkantoran.

Berkaca dari kasus sejumlah siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19, setelah dilakukan penelurusan, ternyata mereka (siswa) terpapar dari keluarga yang baru melakukan perjalanan ke luar kota.

“Kami meminta pelaku perjalanan melakukan karantina dan menghindari kontak dengan anggota keluarga, minimal tiga hari,” imbuh wanita yang kerap disapa Dio itu. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved