Berita Kaltim Terkini

BPS Kaltim Sebut Ekonomi di Kaltim Alami Pertumbuhan 2,48 Persen

Pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur sepanjang tahun 2021 dikemukakan Badan Pusat Statistik (BPS).

TANGKAP LAYAR
Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Kaltim. Yusniar Juliana saat menyampaikan pertumbuhan ekonomi di Kaltim melalui kanal youtube BPS Kaltim. TANGKAP LAYAR 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur sepanjang tahun 2021 dikemukakan Badan Pusat Statistik (BPS).

Perekonomian Kaltim mengalami pertumbuhan sebesar 2,48 persen atau dengan capaian Rp 484,3 triliun berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan.

"Pertumbuhan terbesar terjadi pada lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang mencapai 13,34 persen, ini dari sisi produksi," ungkap Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Kaltim, Yusniar Juliana, Selasa (8/2/2022).

Sementara melihat sisi pengeluaran, seluruh komponen tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 8,03 persen.

Menurut Yusniar Juliana, pertumbuhan ekonomi tahun 2021 bukan hanya terjadi di Kaltim saja, namun semua provinsi di Pulau Kalimantan. 

Baca juga: Ketua Kadin Balikpapan Nilai Geliat IKN Diprediksi Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi 2022

Baca juga: Inflasi November 2021 Naik, BPS: Tanda-tanda Pemulihan Ekonomi

Sementara untuk Kaltim memberikan kontribusi tertinggi mencapai 49,66 persen dengan pertumbuhan sebesar 2,48 persen.

Pertumbuhan 2,48 persen tersebut lantaran mulai melandainya kasus Covid-19 di tahun 2021.

Meski, sempat ada kenaikan kasus yang kemudian pemerintah mengaktifkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Dampak PPKM juga terlihat dari pertumbuhan PDRB secara triwulan.

Pada triwulan III-2021 terjadi perlambatan pertumbuhan ditinjau dari sisi lapangan usaha.

"Adanya PPKM, sempat berdampak pada perlambatan di beberapa lapangan usaha, antara lain pada triwulan III-2021, lapangan usaha perdagangan tumbuh negatif 0,26 persen ketimbang triwulan II-2021," bebernya.

Yusniar Juliana menambahkan, pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan negatif 3,72 persen, jika dibandingkan dengan triwulan II-2021.

Baca juga: Kenaikan Harga Transportasi Picu Inflasi 0,17 Persen di Kaltim, BPS Kaltim Ungkap Hal Ini

Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang di dalamnya terdapat hotel serta restoran, mengalami pertumbuhan negatif 3,55 persen ketimbang triwulan sebelumnya.

"Lapangan usaha industri pengolahan yang di dalamnya ada industri kilang migas pun mengalami pertumbuhan negatif pada triwulan III-2021, akibat dari menurunnya aktivitas masyarakat jika dibandingkan triwulan sebelumnya," ucap Yusniar Juliana. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved