Kenaikan Harga Transportasi Picu Inflasi 0,17 Persen di Kaltim, BPS Kaltim Ungkap Hal Ini

Lonjakan harga kelompok transportasi sebesar 1,3 persen memicu inflasi di Kalimantan Timur pada November 2021 senilai 0,17 persen.

Editor: ade mayasanto
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI
ILUSTRASI - Aktivitas pengguna jasa transportasi laut dan sungai di Pelabuhan Speed Boat Malinau Kota, Jalan AMD Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Minggu (18/4/2021).TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Lonjakan harga kelompok transportasi sebesar 1,3 persen memicu inflasi di Kalimantan Timur pada November 2021 senilai 0,17 persen. Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Provinsi Kaltim Wembri Suska menjelaskan setelah transportasi, kelompok lain yang juga naik adalah kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang naik 0,44 persen. Disusul kemudian kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,26 persen.

Ada juga kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik 0,16 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga naik 0,11 persen, kelompok kesehatan naik sebesar 0,05 persen.

Sementara kelompok yang menunjukkan penurunan harga adalah kelompok pakaian dan alas kaki minus 0,42 persen, diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau minus 0,12 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan minus 0,01 persen.

"Untuk kelompok pendidikan, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran cenderung stabil dibanding dengan bulan sebelumnya," kata Wembri seraya menambahkan, pada November 2021 dari 11 kelompok pengeluaran, 6 kelompok memberikan andil inflasi, kemudian 3 kelompok lainnya memberikan andil deflasi.

ILUSTRASI - Gubernur Kaltim Isran Noor didampingi Kepala BPS Kaltim Anggoro Dwitjahyono melakukan pengisian online data SP2020 di Ruang Rapat Gubernur Kaltim, Senin (2/3/2020).
ILUSTRASI - Gubernur Kaltim Isran Noor didampingi Kepala BPS Kaltim Anggoro Dwitjahyono melakukan pengisian online data SP2020 di Ruang Rapat Gubernur Kaltim, Senin (2/3/2020). (HUMASPROV KALTIM/YUVITA)

Inflasi Kaltim pada November yang tercatat 0,17 persen ini jika dirinci menurut kota, maka di Samarinda berinflasi 0,09 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 105,74, kemudian di Balikpapan mengalami inflasi 0,27 persen dengan IHK 104,96.

IHK merupakan salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga baik inflasi maupun deflasi di tingkat konsumen, untuk memantau pergerakan harga komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga.

Baca juga: Jalan Poros Trans Kalimantan Samarinda-Kubar Rusak, Picu Peningkatan Inflasi di Kutai Barat

Baca juga: Kendalikan Inflasi, Pemkab Kubar Gelar Pasar Murah di Empat Kecamatan

Baca juga: Federasi Serikat Pekerja KEP Bontang Tolak Kenaikan UMP Kaltim 1,11 Persen, Tak Sesuai Nilai Inflasi

Untuk diketahui, inflasi tahun kalender Kota Samarinda sebesar 1,39 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,63 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender di Kota Balikpapan sebesar 1,55 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,80 persen.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved