Pesona Borneo
Sensasi Interaksi dengan Hewan Buas di Penangkaran Buaya Teritip
Salah satu objek wisata yang terdapat Kalimantan Timur, tepatnya Balikpapan, yaitu penangkaran buaya di Kelurahan Teritip.
TRIBUNKALTIM.CO - Salah satu objek wisata yang terdapat Kalimantan Timur, tepatnya Balikpapan, yaitu penangkaran buaya di Kelurahan Teritip.
Area penangkaran buaya ini memiliki luas sekitar 5 hektar, dan mampu menampung lebih dari 1.400 ekor buaya.
Karyawan dari Penangkaran Buaya Teritip mengatakan bahwa reptil ini ditangkar untuk diambil kulit dan dagingnya.
Daging buaya ini nantinya akan menjadi hidangan sate buaya yang lezat yang kaya akan manfaat.
Baca juga: Mengenal Wisata Kebun Buah Kalampangan Kalimantan Tengah, Bisa Petik dan Menikmatinya
Ada 3 jenis buaya di sini, antara lain buaya muara (Crocodylus porosus), buaya air tawar (Crocodylus siamensis) dan buaya supit (Tomistoma segellly).
Meskipun hewan ini terkenal buas, tetapi pengunjung tetap aman ketika berada di Penangkaran buaya Teritip karena reptil itu akan selalu berada di dalam kandang yang terkunci.
Selain itu, di dalam Penangkaran Buaya Teritip ini terdapat beberapa kandang untuk anakan, pembesaran, induk, dan karantina.
Kamu tak perlu takut, untuk biaya masuk kedalam penangkaran buaya ini hanya perlu Ep 10.000 hingga Rp 20.000 saja per orangnya.
Baca juga: Tempat Wisata Buka, Dispopar Bontang Hanya Batasi Jumlah Pengunjung Meski Tren Covid-19 Meningkat
Lokasinya terletak di dekat Pantai Manggar dan Pantai Lamaru, tepatnya ada di Jalan Mulawarman no. 66, Desa Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur.
Jika kamu tertarik untuk mengunjungi Penangkaran Buaya Teritip, mereka buka setiap hari dari jam 09.00-17.00 WITA.
Pengunjung juga diperbolehkan berada didekat dengan buaya hingga sekitar 2 meter.
Baca juga: Badan Promosi Pariwisata Balikpapan Ungkap Investasi di Pulau Balabalagan, Begini Keuntungannya
Menariknya, dalam satu kandang buaya, bisa diisi oleh puluhan ekor untuk yang masih usia anakan.
Sementara, khusus untuk buaya yang berukuran besar ditempatkan dalam kandang-kandang terpisah.
Tinggi dinding kandang-kandang ini sekitar 1.5 - 2 meter dengan celah kawat sehingga pengunjung masih bisa melihat aktivitas buaya di dalam kandang.
Binatang yang hidup di air tawar dan air payau ini biasanya diberi makan ayam seminggu 2 kali.
Baca juga: Wisata Kaltim: Naureen Mini Garden Samarinda, Bekas Lubang Tambang yang Kini Jadi Kolam Ikan Koi
Di penangkaran buaya ini pengunjung juga bisa menikmati sensasi memberi makan buaya.
Selain itu, pengunjung bisa membeli ayam yang disediakan, kemudian menuju ke rawa untuk melemparkan ayam yang akan dimakan oleh buaya-buaya yang sedang lapar.
Tak hanya bisa memberi makan buaya, tetapi pengunjung juga bisa menikmati dagingnya, dengan sate buaya.
Namun jika kamu ingin menyantap sate buaya yang dihidangkan di Penangkaran Buaya ini, kamu bisa datang di akhir pekan.
Baca juga: Rekomendasi Wisata Kaltim, Pesona Lapangan Merdeka di Kota Balikpapan
Produk dari buaya di sini tak hanya diolah menjadi makanan saja, tetapi lemaknya juga diolah menjadi minyak buaya.
Serta dapat dimanfaatkan menjadi aneka pernak-pernik dan kerajinan dari kulit buaya.
Bagaimana?
Kamu tertarik untuk melihat buaya di Penangkaran Buaya Teritip?