Ibu Kota Negara
Rendi Solihin Tegaskan Kukar Mitra Ibu Kota Negara, Tidak Boleh Termarginalkan dengan Kemegahan IKN
Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) menyambut baik pembangunan Ibu Kota Ngara (IKN) di Kalimantan Timur, kususnya di wilayah Kabupaten Kukar
Penulis: Aris Joni | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) menyambut baik pembangunan Ibu Kota Ngara (IKN) di Kalimantan Timur, kususnya di wilayah Kabupaten Kukar.
Diketahui, IKN mengambil sebagian wilayah Kabupaten Kukar dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan saat ini sudah memasuki tahap perencanaan pembangunan.
Dalam hal itu, Wabup Kukar, Rendi Solihin meminta seluruh stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat meningkatkan peran aktif, sinergitas serta kolaborasi.
Tujuannya agar penyelenggaraan pembangunan di 2023 lebih terarah, terukur, dan akuntabel dengan menjawab isu-isu strategis yang ada, guna mewujudkan Visi-Misi Kukar Idaman menyambut Ibu Kota Negara (IKN).
Lanjut dia, OPD juga stakeholder lainnya diharapkan untuk melakukan perubahan dan peningkatan dalam proses penyusunan RKPD 2023, terutama dalam menggali secara optimal sumber-sumber pendapatan dari pusat.
Baca juga: Sultan Kutai Kartanegara dan Paser Diusulkan Jadi Kepala dan Wakil Otoritas IKN Nusantara
Baca juga: Ulang Tahun Ke-71, Ini Harapan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI
Baca juga: Kutai Kartanegara Akan Populer Saat IKN Terbangun, Wabup Ingatkan Warga tak Terburu-buru Jual Lahan
"Baik melalui APBN, dana alokasi khusus, dana insentif daerah dan sumber lainnya guna membiayai pembangunan kabupaten Kukar. Sehingga nanti benar-benar memperhatikan skala prioritas dan urgensi dapat tepat sasaran, terukur dan akuntabel," ujarnya dalam rilis prokom setkab Kukar.
Ia menegaskan, Pemkab Kukar sangat mendukung keberadaan IKN di wilayah Kabupaten Kukar. Namun yang menjadi catatan dan perhatian, bahwa Kukar harus menjadi mitra IKN yang tidak termarjinalkan akan megahnya pembangunan wilayah IKN.
Ini secara resmi telah disampaikan kepada DPD RI, DPR RI, dan Bappenas agar daerah di sekitar wilayah IKN menjadi mitra yang pembangunannya seiring dengan pembangunan IKN.
"Pemda Kukar harus siap dengan konsep-konsep pembangunan kewilayahan yang lebih detail, fokus, serta menggambarkan arah pembangunan Kukar. Yang lebih menekankan pada daerah yang maju dan berbudaya, pemerataan pembangunan daerah berbasis potensi wilayah, penguatan sumber daya manusia yang berdaya saing," ungkapnya.
Dalam pendekatan pembangunan di era sharing economy saat ini kata dia, kesiapan kualitas SDM terutama pada kapasitas dan kualitas tenaga kerja yang harus dapat kita siapkan secara gradual, terarah dan berkesinambungan harus diperhatikan. Ini didorong dengan meningkatkan keahlian dan keterampilan penduduk angkatan kerja seiring dengan potensi ekonomi yang dikembangkan.
Baca juga: Tanah Kutai Berduka, Ibunda Ratu Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Tutup Usia
Rendi menambahkan, penguatan dan pengembangan sektor primer seperti pertanian, perikanan dan perkebunan. Diikuti sektor sekunder seperti industri pengolahan, harus dapat ditopang dengan lembaga-lembaga pendidikan formal maupun non formal yang mengarah pada spesifikasi penyediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
"Oleh karenanya saya tekankan bahwa pembangunan Kukar harus berjalan secara seimbang antara pembangunan di sektor ekonomi dan penyediaan sumber daya yang unggul," pungkasnya.(*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.