Virus Corona

Terbaru! Kenali 15 Gejala Virus Corona Omicron pada Orang yang Sudah Vaksin Dosis Lengkap & Booster

Kenali 15 gejala terpapar virus Corona Omicron pada orang yang sudah vaksin dosis lengkap dan booster

Editor: Doan Pardede
(Kompas.com)
Ilustrasi-Virus Corona Varian Omicron. Kenali 15 gejala terpapar virus Corona Omicron pada orang yang sudah vaksin dosis lengkap dan booster 

TRIBUNKALTIM.CO - Orang yang sudah vaksin dosis lengkap dan booster tetap bisa terpapar virus Corona Omicron, kenali 15 gejalanya.

Melakukan vaksinasi dua dosis ditambah vaksin booster memang menurunkan risiko tertular COVID-19.

Namun, vaksin tidak menjadikan tubuh seseorang kebal dengan virus Corona Omicron.

Walau sudah vaksin dua dosis dan vaksin booster, orang tetap wajib menjaga protokol kesehatan.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Vaksin dan Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh? Ini Penjelasannya

Baca juga: Anda Termasuk? Jutaan Warga di Indonesia Terpaksa Vaksinasi Ulang Dosis 1, Ini Kriterianya

Baca juga: Kabar Buruk! 2,4 Juta Warga di Indonesia Harus Ulangi Vaksinasi Dosis 1, Cek Tanggal Vaksinasi Anda

Orang yang sudah vaksin booster pun bisa kena COVID-19 varian Omicron, tapi gejala dan dampaknya akan jauh lebih ringan.

Meski begitu ada beberapa gejala Omicron pada orang yang sudah divaksin yang tetap harus diperhatikan.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Norwegia baru-baru ini merilis sejumlah gejala umum yang banyak dialami orang yang sudah divaksin.

Dari penelitian tersebut, dilaporkan ada setidaknya 15 gejala infeksi Omicron yang dirasakan orang yang sudah divaksin booster.

Gejala Umum Omicron pada Orang yang Sudah Divaksin Dua Dosis

Berikut adalah 8 gejala umum Omicron pada orang yang sudah divaksin dua dosis:

1. Batuk;

2. Hidung berair;

3. Merasa lelah;

4. Sakit tenggorokan;

5. Sakit kepala;

6. Nyeri otot;

7. Demam (lebih dari 37 derajat Celcius);

8. Bersin-bersin.

Selain delapan gejala umum tersebut, gejala lain yang lebih jarang dialami pasien Omicron antara lain nafsu makan berkurang, kemampuan mengecap indera perasa berkurang, kemampuan membau indera penciuman berkurang, napas berat, dan sakit perut.

Baca juga: Telah Vaksin Booster, Cukup Karantina 3 Hari, Berikut Aturan Karantina Terbaru Masuk ke Indonesia

Gejala Umum Omicron pada Orang yang Sudah Divaksin Booster

Sementara itu, hasil penelitian lain melaporkan gejala Omicron yang dirasakan orang yang sudah menerima vaksin booster:

1. Hidung berair;

2. Sakit kepala;

3. Sakit tenggorokan;

4. Melara lelah;

5. Bersin-bersin;

6. Batuk terus-menerus;

7. Suara serak.

Untuk melindungi diri sendiri dan orang lain, tetap lakukan protokol kesehatan sesuai arahan Kemenkes, walaupun sudah menerima vaksin, ya.

Baca juga: Sudah 2 Tahun Pandemi Melanda Dunia, Penduduk di Daerah Ini Sama Sekali Tak Pernah Terinfeksi Corona

2,4 juta warga harus vaksinasi ulang

Kementerian Kesehatan memutuskan sebanyak 2,4 juta penerima vaksin Covid-19 dosis pertama harus mengulangi vaksinasi.

Hal ini dingkapkah oleh Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Sitii Nadia Tarmizi, Jumat (18/2/2022).

Untuk diketahui, di bulan Februari 2022 ini, kasus virus corona malah melonjak tajam.

Indonesia termasuk negara yang melaporkan lonjakan kasus virus corona.

Ini terjadi setelah varian Omicorn dikonfirmasi masuk ke Indonesia pada akhir tahun 2021.

Bahkan jumlah kasusnya lebih parah daripada gelombang kedua virus corona yang dikarenakan varian Delta.

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus virus corona di Indonesia bertambah 59.384 kasus per Sabtu (19/2/2022) pukul 12.00 WIB.

Dengan begitu, maka kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 5.149.021 kasus.

Ada beberapa langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menghadapi varian Omicron.

Salah satunya dengan melakukan vaksinasi kepada masyarakat.

Dimulai dengan vaksinasi tahap 1 dan 2 untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun dan vaksin booster bagi mereka yang sudah melakukan 2 tahap vaksin.

Akan tetapi baru-baru ini Kemenkes menyebut ada orang Indonesia yang harus melakukan vaksinasi ulang.

Alasannya karena vaksinasi Covid-19 dosis pertamanya dianggap hangus.

Tak tanggung-tanggung, mereka yang harus melakukan vaksinasi ulang berjumlah 2,4 juta orang.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Sitii Nadia Tarmizi.

"Ada 2,4 juta (penerima vaksin Covid-19 dosis pertama yang harus mengulang)," kata Nadia saat dihubungi Kompas.com, Jumat (18/2/2022).

Mengapa mereka harus divaksin ulang?

Dilansir Intisari-Online.com  di artikel berjudul Saat Omicron Kian Merajalela, 2,4 Juta Orang Indonesia Harus Ulangi Vaksinasi Dosis 1, Padahal Negara Ini Saja Sudah Siapkan Vaksin Booster Kedua, ada beberapa alasan yang menyebabkan seseorang harus divaksin ulang.

Kata Nadia, salah satunya ketika mereka tidak juga mendapat dosis kedua setelah 6 bulan menerima dosis pertama.

Sebab ini bisa berpengaruh terhadap efikasi vaksin yang diterima.

Padahal efikasi vaksin sangat diperlukan untuk melihat tingkat kemanjuran vaksin.

Apalagi dosis 1 masih 50 persen efikasinya.

Oleh karenanya, demi mendapatkan efikasi semana mestinya, maka mereka diminta untuk mengulang vaksinasi dosis pertamanya.

Saat Indonesia mau mengulang vaksin dosis 1, Amerika Serikat (AS) malah tengah mempertimbangkan dosis keempat vaksin Covid-19.

Menurut laporan Wall Street Journal, dosis keempat vaksin Covid-19 ini mungkin akan dilakukan pada musim gugur.

Saat ini, mereka telah meninjau berbagai aspek.

Termasuk data dosis booster kedua dari vaksin messenger RNA dari Pfizer dan mitra BioNTech dan vaksin dari Moderna.

Vaksin booster Pfizer dan Moderna disebut-sebut sebagai vaksin terbaik yang bisa membantu memperkuat kekebalan tubuh melawan virus corona.

Sehingga diharapkan tambahan dua vaksin booster bisa memberikan perlindungan terhadap varian Omicron.

Hanya saja masih belum tahu apakah semua orang boleh menerima vaksin kedua booster atau hanya usia tertentu.

(*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved