Rabu, 29 April 2026

Berita Internasional Terkini

Sejarah Terbentuknya NATO dan Keterlibatannya dengan Perang Rusia - Ukraina

Perang berkecamuk antara Rusia dengan Ukraina. Kini, sejumlah wilayah di Ukraina tengah dibombardir Rusia

Tayang:
Yasin AKGUL / AFP
Demonstran memegang plakat selama protes terhadap operasi militer Rusia di Ukraina di depan kedutaan Rusia di Istanbul pada 24 Februari 2022. Presiden Rusia telah meluncurkan operasi militer di Ukraina pada 24 Februari 2022 setelah berminggu-minggu diplomasi yang intens dan pengenaan sanksi. Sanksi Barat terhadap Rusia yang gagal menghalanginya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Perang berkecamuk antara Rusia dengan Ukraina.

Kini, sejumlah wilayah di Ukraina tengah dibombardir Rusia.

Di tengah konflik Rusia dengan Ukraina, NATO muncul ke permukaan.

Tapi, tahukah kalian apa itu NATO?

Nama NATO tentu terdengar tidak asing di dunia Internasional.

Baca juga: NEWS VIDEO Serangan Udara Rusia Tewaskan Warga dan Hancurkan Permukiman di Kharkiv Ukraina

Baca juga: NEWS VIDEO Rusia VS Ukraina, Jadi Serangan Terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II

Baca juga: Pantau Konflik Rusia vs Ukraina, Ikuti 8 Akun Twitter Ini, Foto & Video Langsung dari Lokasi Perang

Terlebih lagi pada saat status negara-negara yang memanas dan mengarah ke ambang peperangan.

NATO singkatan dari North Atlantic Treaty Organization atau disebut juga Pakta Pertahanan Atlantik Utara.

Organisasi ini berdiri pada 4 April 1949 yang beranggotakan negara-negara besar yakni Inggris, Prancis, Italia dan lain-lain.

Latar belakang sejarah dibentuknya NATO tak terlepas dari persaingan blok Barat dengan Uni Soviet pasca-Perang Dunia II.

Sejarah Terbentuknya NATO

Setelah Perang Dunia II pada 1945, perekonomian Eropa Barat runtuh dan militernya lemah.

Baca juga: Dampak Perang Rusia dengan Ukraina, Liga Champions Hingga Piala Dunia 2022 Qatar Terancam

Di sisi lain, berbagai partai baru berhaluan komunis yang kuat bermuncul di Prancis dan Italia.

Sebaliknya, Uni Soviet keluar dari Perang Dunia II sebagai pemenang yang masih perkasa.

Pasukan Uni Soviet mendominasi semua negara bagian Eropa tengah dan timur.

Pada 1948, komunis di bawah sponsor Uni Soviet mengkonsolidasikan kendali mereka atas pemerintah negara-negara di wilayah Eropa tengah dan timur, dan menekan semua aktivitas politik non-komunis.

Mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill, menyebut wilayah-wilayah yang "dikuasai" Uni Soviet tersebut diperintah dengan Tirai Besi.

Baca juga: Akhirnya Perang Rusia vs Ukraina Pecah, Daftar Kota yang Dibom Pasukan Vladimir Putin

Di satu sisi, kerja sama semasa Perang Dunia II antara Blok Sekutu wilayah barat dengan Uni Soviet telah benar-benar rusak sebagaimana dilansir Britannica.

Masing-masing pihak mengatur sektornya sendiri. Jerman terbagi menjadi dua: Jerman Barat berhaluan demokratis dan Jerman Timur berhaluan komunis.

Pada 1948, AS meluncurkan Marshall Plan yang berisi penyaluran bantuan ekonomi dalam skala besar ke negara-negara Eropa barat dan selatan.

Syaratnya, mereka harus saling bekerja sama dan terlibat dalam perencanaan bersama untuk mempercepat pemulihan bersama mereka.

Sementara itu, Eropa juga mengonsolidasikan pemulihan militer sendiri di bawah Traktat Brussel pada 1948 yang melibatkan Inggris, Perancis, Belgia, Belanda, dan Luksemburg.

Baca juga: NEWS VIDEO Ukraina Diserang Rusia, Warga Kiev Panik Selamatkan Diri

Mereka membuat perjanjian pertahanan kolektif yang disebut Uni Eropa Barat.

Akan tetapi, mereka langsung sadar bahwa mereka butuh aliansi yang lebih tangguh untuk memberikan penyeimbang militer yang memadai dari ancaman Uni Soviet.

Setelah itu, Inggris, Kanada, dan AS terlibat dalam pembicaraan rahasia tentang aliansi pertahanan dan keamanan yang berfungsi sebagai alternatif dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada Maret 1948, sebulan setelah kudeta komunis di Cekoslowakia pada Februari, Inggris, Kanada, dan AS pemerintah memulai diskusi tentang skema pertahanan kolektif multilateral.

Skema tersebut bertujuan meningkatkan keamanan Barat.

Baca juga: Konflik Rusia - Ukraina, Seruan Andriy Shevchenko, Legenda AC Milan, Kami harus Bersatu

Pembicaraan-pembicaraan itu akhirnya diikuti oleh Perancis, Belgia, Belanda, Luksemburg, dan Norwegia.

Pada April 1949 disepakatilah Perjanjian Atlantik Utara dan terciptalah NATO. Inti dari NATO disebut-sebut tertuang dalam Pasal 5 Perjanjian Atlantik Utara.

Pasal ini diberlakukan agar jika Uni Soviet melancarkan serangan terhadap salah satu sekutu NATO, hal tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota NATO, termasuk AS.

Dilansir dari laman resmi www.nato.int, organisasi ini bertujuan untuk menjamin kemerdekaan dan keamanan dari segi ancaman politik serta militer terhadap para anggotanya.

Saat ini sudah 30 negara-negara barat yang tergabung dalam organisasi ini.

Berikut daftar anggota NATO:

- Amerika Serikat (1949)

- Albania (2009)

- Belanda (1949)

- Belgia (1949)

- Bulgaria (2004)

- Denmark (1949)

- Estonia (2004)

- Hungaria (1999)

- Inggris Raya (1949)

- Islandia (1949)

- Italia (1949)

- Jerman (1955)

- Kanada (1949)

- Kroasia (2009)

- Latvia (2004)

- Lithuania (2004)

- Luksemburg (1949)

- Makedonia Utara (2020)

- Montenegro (2017)

- Norwegia (1949)

- Polandia (1999)

- Portugal (1949)

- Prancis (1949)

- Republik Ceko (1999)

- Rumania (2004)

- Slovakia (2004)

- Slovenia (2004)

- Spanyol (1982)

- Turki (1952). (*)

Berita Internasional Terkini

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved