Rabu, 20 Mei 2026

News Video

NEWS VIDEO Rusia VS Ukraina, Jadi Serangan Terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II

Kekhawatiran Barat tentang kemungkinan meletusnya perang besar kini menjadi kenyataan.

Tayang:
Editor: Wahyu Triono

TRIBUNKALTIM.CO - Rusia melancarkan invasi besar-besaran di Ukrania lewat darat, udara dan laut pada Kamis, serangan terbesar sebuah negara terhadap negara lain di Eropa sejak Perang Dunia II.

Kekhawatiran Barat tentang kemungkinan meletusnya perang besar kini menjadi kenyataan, sebagaimana dilansir Antara.

Rudal-rudal Rusia menghujani sejumlah kota Ukraina. Ukraina melaporkan iring-iringan pasukan melintasi perbatasannya ke arah timur wilayah Chernihiv, Kharkiv, dan Luhansk.

Pasukan lainnya tiba dari laut di kota-kota Odessa dan Mariupol di bagian selatan.

Suara-suara ledakan terdengar sebelum dini hari di ibu kota Kiev.

Baca juga: NEWS VIDEO Rusia vs Ulraina, Situasi Kiev Saat Sirene Serangan Udara Berbunyi

Baku tembak terjadi di dekat pelabuhan utama dan suara sirene meraung di kota itu.

Seorang warga di kota terbesar kedua di Ukraina, Kharkiv, kota besar paling dekat dengan perbatasan Rusia, mengatakan jendela-jendela apartemen bergetar akibat rentetan ledakan.

Kota itu diselimuti kepanikan ketika orang-orang berusaha menyelamatkan diri, kata dia, yang meminta namanya tidak disebutkan.

Presiden Ukraina Vladimir Zelenskiy mengatakan pemimpin Rusia Vladimir Putin ingin menghancurkan negaranya.

"Putin baru saja melancarkan invasi skala besar ke Ukraina. Kota-kota Ukraina yang damai sedang diserang," kata Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba di Twitter.

"Ini adalah perang agresi. Ukraina akan mempertahankan diri dan akan menang. Dunia dapat dan harus menghentikan Putin. Sekarang waktunya untuk bertindak," imbuh Kuleba.

Baca juga: NEWS VIDEO Ukraina Diserang Rusia, Warga Kiev Panik Selamatkan Diri

Putin menyatakan dalam pidato di televisi bahwa dia telah memerintahkan "sebuah operasi militer khusus" untuk melindungi orang-orang, termasuk warga Rusia yang telah menjadi target "genosida" di Ukraina, sebuah tuduhan yang dipandang sejak lama oleh Barat sebagai propaganda absurd.

"Dan untuk itu, kami akan berjuang bagi demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina," kata Putin.

"Rusia tak bisa merasakan ketenteraman, berkembang, dan eksis dengan ancaman terus-menerus yang berasal dari wilayah Ukraina modern.

Semua tanggung jawab atas pertumpahan darah akan ada di hati rezim yang berkuasa di Ukraina," katanya.

Baca juga: Pantau Konflik Rusia vs Ukraina, Ikuti 8 Akun Twitter Ini, Foto & Video Langsung dari Lokasi Perang

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved