Rabu, 8 April 2026

Berita Internasional Terkini

Dampak Perang Rusia vs Ukraina Bagi Indonesia, Jokowi Disarankan Tempuh Jalan Ini

Dampak perang Rusia vs Ukraina bagi Indonesia, Jokowi disarankan tempuh jalan ini

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Wahyu Triono

TRIBUNKALTIM.CO - Perang terbuka antara Rusia vs Ukraina bisa berdampak terhadap Indonesia.

Presiden Jokowi sebagai Ketua G-20 bisa menginisiasi perdamaian kedua negara di Eropa timur tersebut.

Serangan Rusia ke Ukraina disebut berpotensi menjadi Perang Dunia III.

Meski begitu untuk saat ini, dampak Rusia vs Ukraina belum memiliki dampak langsung ke Indonesia.

"Kalau dampak mungkin saat ini tidak langsung ya.

Karena harga minyak sudah semakin membumbung," kata Pakar Hukum Internasional, Hikmahanto Juwana, Jumat (25/2/2022).

Baca juga: KONDISI MEMBURUK Pasukan Rusia Masuk Ibu Kota Kyiv, Menhan Ukraina Minta Warga Buat Bom Molotov

Invansi Rusia kepada Ukraina pun dinilai akan mempengaruhi harga barang-barang impor.

Selain itu, kata Hikmahanto, bursa saham pun ikut terdampak.

"Lalu pasar modal dan pasar uang terpengaruh sehingga perlu mengantisipasi ini," tuturnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/2/2022), di hari yang saat Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina.

IHSG disebut terkena efek negatif invasi Rusia ke Ukraina, yang dinilai bisa menjadi Perang Dunia (PD) III.

Baca juga: Kebijakan Baru Liga Italia Serie A Imbas Perang Rusia vs Ukraina, Pelatih AC Milan Kirim Pesan Ini

"Operasi milter yang dilancarkan oleh Rusia dan serangan balik oleh Ukraina berpotensi untuk bereskalasi menjadi PD III," ujar Hikmahanto.

Berbagai upaya dari negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat sebenarnya sudah dilakukan, termasuk dengan menjatuhkan sanksi ekonomi.

Meski begitu, menurut Hikmahanto, sanksi tersebut tidak akan efektif karena adanya tiga alasan.

"Pertama, sanksi ekonomi baru akan terasa di level masyarakat Rusia dan para elit dalam waktu 6 bulan bahkan satu tahun ke depan," ucap Guru Besar Universitas Indonesia itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved