Berita Internasional Terkini
Konflik Rusia - Ukraina Beri Dampak ke Indonesia, Harga Minyak Mentah Terancam Melambung
Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina disinyalir akan turut memberikan dampak untuk Indonesia.
TRIBUNKALTIM.CO - Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina disinyalir akan turut memberikan dampak untuk Indonesia.
Sejak beberapa hari lalu, Rusia mulai melancarkan serangan militer terhadap Ukraina seperti kekhawatiran Barat selama ini.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (23/2/2022) mendeklarasikan perang dengan Ukraina, menurut laporan dari New York Post.
Putin mengeklaim Rusia sedang melakukan operasi militer khusus untuk mendemiliterisasi Ukraina.
Tak lama setelah pidato Putin di televisi yang ditayangkan sebelum pukul 6 pagi waktu setempat, suara ledakan terdengar di Kramatorsk, Ukraina, diikuti laporan suara ledakan atau tembakan artileri di Kharkiv, Odessa, Mariupol, dan ibu kota Kiev, semuanya kota besar di Ukraina.
Baca juga: Sisi Lain Presiden Rusia yang Kini Serang Ukraina, Pernah Tertawa Geli Saat Menterinya Singgung RI
Putin mengatakan, Rusia tidak berniat menduduki Ukraina dan menyalahkan pemerintah negara tetangganya itu atas potensi pertumpahan darah.
Dia mengancam negara-negara yang mencoba mengganggu tindakannya bakal menghadapi konsekuensi yang belum dilihat.
Invasi militer Rusia ke Ukraina yang masih terjadi akan berdampak bagi Indonesia, termasuk sektor perdagangan.
Saat ini, harga minyak mentah dunia melonjak, dilansir dari Tribunnews.com dengan judul Dampak Konflik Rusia-Ukraina bagi Indonesia, Termasuk Harga Minyak Mentah Terancam Melonjak
Harga minyak mentah Brent naik 2,24 dolar AS atau 2,3 persen menjadi 99,08 dolar AS per barel setelah menyentuh level tertinggi 105,79 dolar AS.
Hal tersebut, dikhawatirkan juga akan mempengaruhi harga minyak mentah Indonesia.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan, Indonesia Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah Indonesia terancam melonjak.
Ia mencatat ICP sudah naik empat kali lipat sejak awal pandemi hingga mencapai 85,9 dolar AS per barel per Januari 2022.
Baca juga: Lengkap Profil Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Komedian yang Kini Berjuang Lawan Serangan Rusia
Menurutnya, harga tersebut telah melewati asumsi ICP dalam APBN 2022 yang hanya sebesar 63 dolar AS per barel.
Konflik Rusia dengan Ukraina berpotensi membuat ICP akan kembali naik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/cernobil.jpg)