Rabu, 13 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Wisata Alam di Kaltim, Danau Resau Malang Bak Raja Ampat ala Kalimantan Timur

Puas melihat ratusan sarang burung walet, saatnya kita mengelilingi Danau Muara Siran.

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Resau Malang, Ekowisata yang terdapat di tengah Danau Muara Siran, Kalimantan Timur.  

TRIBUNKALTIM.CO, MUARA SIRAN - Puas melihat ratusan sarang burung walet, saatnya kita mengelilingi Danau Muara Siran.

Meski belum dikenal oleh masyarakat luas, namun rupanya di tengah danau ini terdapat Ekowisata yakni Danau Resau Malang.

Resau Malang ini merupakan destinasi wisata yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Muara Siran.

Letaknya tepat berada di tengah lahan gambut Muara Siran. Dan disebut-sebut merupakan Raja Ampatnya Kalimantan Timur lho.

Baca juga: Jelang Kunjungan Kerja Pangdam ke Kubar, Pemkab Siapkan Objek Wisata Alam Batuq Bura

Baca juga: Tempat Wisata Alam di Bandungan Semarang dengan Pemandangan Memukau dan Suhu Udaranya yang Sejuk

Baca juga: Memiliki Udara yang Segar, Ini Rekomendasi Tempat Wisata Alam di Jogja yang Cocok untuk Camping

Bedanya, tempat wisata ini hanya merupakan danau yang dipenuhi dengan Pohon Resau.

Bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Yayasan Biosfer Manusia (Bioma), TribunKaltim.co pun berkesempatan mengunjungi danau yang berada di tengah-tengah kawasan hutan gambut ini.

Untuk diketahui, pohon Resau hanya ada di Kalimantan saja. Khususnya Kalimantan Timur dan beberapa terlihat di Kalimantan Selatan.

Pohon ini memiliki ciri khas tersendiri. Mereka tumbuh berkelompok seperti pohon tebu.

Baca juga: Wisata Alam Samarinda, Puncak Rumbia Damai Bisa Melepas Kepenatan Hidup, Dibalut Panorama Senja

Tentu kita tidak dapat menyentuhnya, karena batangnya berduri tajam, dengan tinggi 12 meter, dan memiliki buat seperti cempedak.

Eits, meski buahnya memiliki bau khas yang menggiurkan seperti cempedak, namun tidak dapat dimakan.

Sebab, dari penuturan warga setempat, buah Resau itu beracun dan pohonnya hanya bisa menjadi tempat ikan-ikan berlindung.

Sayangnya, Ketua Lembaga Pengelola Sumber Daya Alam (LPSDA) Muara Siram, Abdul Agus mengatakan bahwa setiap tahun, jumlah pohon Resau terus berkurang.

Anehnya, ketika mereka mencoba membudidayakan, pohon tersebut tidak pernah bisa tumbuh.

"Buahnya tidak punya biji. Berarti harus dengan akar. Tetapi kami coba tanam, semuanya mati. Jadi memang tumbuh sendiri," jelas Agus.

Penasaran? Anda bisa berkunjung ke Danau ini menggunakan perahu rakitan warga.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved