Berita Internasional Terkini
Putin Bisa Kalah Karena Anggap Remeh! Begini Ngerinya Akhir Perang Rusia vs Ukraina Menurut Pengamat
Walau di atas kertas kekuatan militer jauh berbeda, peluang Rusia kalah saat berperang melawan Ukraina tetap ada.
TRIBUNKALTIM.CO - Walau di atas kertas kekuatan militer jauh berbeda, peluang Rusia kalah saat berperang melawan Ukraina tetap ada.
Pengamat Militer CSIS, Gilang Kembara memberikan tanggapannya terkait konflik Rusia dengan Ukraina yang akhir-akhir ini tengah memanas.
Gilang menilai perang antara Rusia dengan Ukraina akan terus membesar.
"Saya rasa eskalasi ini baru dimulai, tentu kita akan melihat lebih besar lagi, eskalasinya akan lebih besar lagi di ke depan harinya. Sampai Vladimir Putin merasa ia sudah mencapai tujuannya dengan peperangan ini," kata Gilang dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Kamis (24/2/2022).
Baca juga: Tentara Rusia Menangis, Dilaporkan Menyerah Setelah Warga Ukraina Beri Teh dan Telepon Sang Ibu
Baca juga: Permalukan Rusia, Presiden Ukraina Sebut Tentara Putin Anak-anak yang Bingung dan Ketakutan
Baca juga: NEWS VIDEO Viral Warga Ukraina Ejek Tentara Rusia Karena Tank-nya Mogok Kehabisan Bahan Bakar
Lebih lanjut Gilang menuturkan, disisi timur Ukraina ada sekitar 18 juta orang penduduk.
Sekarang ini orang-orang tersebut pun tengah bergerak ke arah Barat.
"Saya bisa mengatakan bahwa disisi timur Ukraina itu ada sekitar 18 juta orang. Dan orang-orang tersebut sekarang sedang bergerak ke arah barat. "
"Dan sepanjang jalan saya rasa pasti, Vladimir Putin akan banyak menyebabkan kekacauan dan juga pertumpahan sepanjang ia menyerang Ukraina Tengah," terang Gilang seperti dilansir Tribunnews.com dengan judul Pengamat Sebut Perang Rusia-Ukraina akan Terus Membesar hingga Tujuan Vladimir Putin Tercapai.
Tak Tahu Tujuan Jelas Putin
Gilang menyebutkan, ia tak mengetahui dengan jelas apa sebenarnya tujuan Putin menyerang Ukraina.
Pasalnya di awal Putin menyebutkan bahwa ia tengah melindungi warga etnis Rusia yang ada di wilayah timur Ukraina.
Namun selanjutnya Putin menyebut bahwa ia tidak senang melihat Ukraina didekati oleh NATO.
Selain itu Putin juga tidak ingin Ukraina bergabung dengan NATO.
"Memang sebenarnya kita tidak mengetahui apa sebenarnya tujuannya. Di awal Putin menyebutkan bahwa ia sedang melindungi warga etnis Rusia di wilayah Timur Ukraina."
"Lalu ia mengatakan bahwa ia tidak senang melihat Ukraina didekati oleh NATO dan tidak ingin Ukraina bergabung dengan NATO. Diluar dari ini apakah ada tujuan lagi dari Putin untuk bisa mencegah Ukraina dari pengaruh barat dan Uni Eropa," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/presiden-vladimir-putin-dan-pria-ukraina-hadang-tank-rusia.jpg)