Berita Nasional Terkini
SBY Khawatir Konflik Rusia vs Ukraina Berubah Jadi Perang Dunia Bahkan Nuklir War
SBY khawatir konflik Rusia vs Ukraina berubah jadi perang dunia bahkan nuklir war
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Wahyu Triono
TRIBUNKALTIM.CO - Perang antara Rusia vs Ukraina masih terus berlanjut.
Bahkan, Vladimir Putin dikabarkan mengerahkan armada tempur secara besar-besaran untuk menaklukkan Kiev.
Panjang konvoi armada tempur Rusia dilihat dari citra satelit mencapai 64 kilometer.
Meski terus menerus digempur, Ukraina masih tetap memberikan perlawanan sengit terhadap pasukan Rusia.
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menilai, semua pihak harus mencegah terjadinya akibat yang meluas dari perang Rusia-Ukraina.
SBY mengingatkan hal tersebut agar supaya perang Rusia-Ukraina tak melebar menjadi peperangan antar dunia, bahkan perang nuklir.
Baca juga: Demi Dapatkan Kepala Putin Mati atau Hidup, Pengusaha Rusia Ini Rela Bayar hingga Rp14,4 Miliar
"Hingga saat ini, dunia berhasil utk mencegah terjadinya “2 No Go” tsb ~ Perang Nuklir dan Perang Dunia Ke-3. Jangan sampai upaya besar selama 70 tahun lebih ini sia-sia belaka. Mari cegah kehancuran kehidupan di muka bumi kita," tulis SBY dalam akun Twitter resminya @SBYudhoyono yang dikutip Kompas.com atas izin Partai Demokrat, Kamis (3/3/2022).
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu mengatakan, hingga kini, dunia berhasil mencegah terjadinya perang dunia ketiga dan perang nuklir.
Kendati demikian, pencegahan dinilai tak boleh berhenti, mengingat perang antara Rusia dan Ukraina tengah terjadi.
Ditambah pula, SBY menilai tidak ada yang mengetahui pasti seperti apa ujung dari perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina tersebut.
"Tidak mudah diprediksi apakah perang segera berakhir atau justru menjadi perang berlarut," ujarnya.
Dia menyadari, perang adalah kelanjutan dari politik dengan cara lain.
Baca juga: Konglomerat Rusia Ditemukan Tewas Tergantung di Inggris, Kerabat Duga Ada Hubungan Invasi ke Ukraina
Akan tetapi, lanjut SBY, setiap perang meski amat dahsyat tetap terbuka peluang untuk diakhiri secara politik pula.
"Semoga terbuka peluang itu," tambahnya.
Lebih lanjut, ia meminta semua pihak di dunia jangan pernah terpikirkan untuk berniat menggunakan senjata nuklir dalam peperangan.