Berita Penajam Terkini
Rusia Mundur dari Proyek Rel Kereta Api di PPU, Tak Ada Kaitan dengan Konflik
Russian Railways mundur sebagai investor pada pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Penajam Paser Utara, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota
Penulis: Nita Rahayu |
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Russian Railways mundur sebagai investor pada pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Penajam Paser Utara, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Balikpapan.
Hal itu membuat proyek tersebut menjadi batal terealisasi, padahal sudah memasuki beberapa tahapan.
Kepada TribunKaltim.co, Kabag Pembangunan Setkab PPU, Niko Herlambang mengatakan, mundurnya investor dari Rusia itu, tidak ada hubungannya dengan konflik yang sedang terjadi di negara tersebut.
Melainkan karena proyek rel kereta api itu dilihat oleh sang pemilik modal, tidak cukup feasible untuk direalisasikan.
"Tidak ada hubungannya dengan yang terjadi saat ini, karena itu kan mundurnya Russian Railways sebelum kejadian di sana," ungkapnya, Senin (7/3/2022).
Baca juga: Proyek Rel Kereta Api Batal, Hampir 200 Hektare Lahan di PPU Terancam Terbengkalai
Baca juga: Alokasikan Rp 15 T, Realisasi Pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Dipertanyakan
Sekadar diketahui, proyek rel kereta api itu telah melewati tahapan pembebasan lahan di PPU sendiri, berada di kawasan industri Bulu Minung, yang luasnya kurang lebih 200 hektare.
"Ada lahan yang dibebaskan di Bulu Minung sana, luasnya hampir 200 hektare," tambahnya.
Dengan adanya pembatalan, itu, kekhawatiran akan lahan hasil pembebasan yang berpotensi terbengkalai menjadi sorotan tersendiri.
"Kita berharapnya, kalau memang mundur dari proyek rel kereta api, ada industri lain yang bisa masuk, karena lahannya kan sudah dibebaskan," paparnya.
Baca juga: DPRD PPU Minta Pusat Seriusi Pembangunan Bendungan Telake untuk Irigasi Persawahan di 2 Kabupaten
Diketahui, lahan yang dulunya digadang-gadang untuk lahan rel kereta api, memiliki potensi industri lain, apabila dimanfaatkan secara maksimal, bisa untuk industri pengolahan CPO, Industri IT, maupun pabrik manufaktur. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.