Berita Internasional Terkini
TRAGIS! Walikota Ditembak Militer Rusia di Ukraina, Tewas Saat Beri Roti dan Obat ke Warga Kota
Tragis, Walikota ditembak militer Rusia di Ukraina, tewas saat beri roti dan obat ke warga kota.
TRIBUNKALTIM.CO - Air mata terus berjatuhan tiada henti di Ukraina.
Kabar duka mendalam bagi warga Ukraina datang dari Kota Hostomel.
Walikota Yuri Prylypko tewas ditembak militer Rusia.
Tragisnya walikota itu ditembak militer Rusia di Ukraina saat sedang memberikan roti dan obat ke warga kota.
Kontan hal tersebut jadi sorotan, di tengah perang antara Rusia dan Ukraina yang belum mereda.
Informasi selengkapnya ada dalam artikel ini.
Baca juga: HARAPAN UKRAINA Soal Dapat Jet Tempur Pupus, Amerika tak Berkutik, Polandia Ketakutan Diancam Rusia
Melansir Tribunnews.com dalam artikel berjudul Wali Kota di Uraina Tewas Ditembak Tentara Rusia Saat Bagikan Roti ke Pengungsi, Wali Kota Hostomel, sebuah kota yang dekat dengan ibukota Ukraina, Kyiv, dilaporkan telah ditembak mati saat sedang membagikan bantuan roti.
Dewan kota mengatakan Yuri Prylypko telah terbunuh saat membagikan roti dan obat-obatan kepada mereka yang membutuhkan.
Dalam pernyataannya, dewan mengatakan dia “gugur sebagai pahlawan”, dan dua rekannya juga terbunuh – Ruslan Karpenkom dan Ivan Zore – ketika mereka mencoba membantu orang-orang di kota.
Dengan lapangan terbang di dekatnya, Hostomel dan sekitarnya telah diperebutkan sejak awal perang dan sebagian besar penduduk kota telah melarikan diri.
Dewan kota Hostomel, barat laut ibukota, Kyiv, mengatakan dalam sebuah posting di Facebook bahwa Yuriy Prylypko, dan dua rekannya, Ivan Zorya dan Ruslan Karpenko, ditembak mati ketika mereka mencoba membantu mereka yang masih di kota.
Secara terpisah pada 7 Maret, kantor kejaksaan regional di selatan Ukraina mengatakan bahwa pasukan militer Rusia menembaki demonstrasi anti-Rusia di kota Nova Kakhovka pada hari sebelumnya, menewaskan satu pengunjuk rasa dan melukai tujuh demonstran lainnya.
“Kepala Hostomel, Yuri Illich Prylypko, meninggal saat membagikan roti kepada yang lapar dan obat-obatan kepada yang sakit,” katanya di halaman Facebook-nya, tanpa menyebutkan kapan serangan itu terjadi.
“Tidak ada yang memaksanya untuk pergi di bawah peluru penjajah,” lanjutnya.
“Dia mati untuk rakyatnya, untuk Hostomel. Dia mati sebagai pahlawan.”
Baca juga: NEWS VIDEO Rusia Bombardir Kota Sumy Ukraina