Minggu, 10 Mei 2026

Berita Berau Terkini

Bahasa Daerah Berau Mulok Sulit Terwujud Karena Terkendala SDM Pendidik

Kabupaten Berau belum memiliki bahasa daerah yang wajib menjadi pelajaran peserta didik

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Ilustrasi Bupati Berau memberikan penghargaan kepada para pengajar di kabupaten Berau.TRIBUNKALTIM.CO/HO/ Kearsipan Berau. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB- Kabupaten Berau belum memiliki bahasa daerah yang wajib menjadi pelajaran peserta didik.

Dinas Pendidikan (Disdik) Berau sendiri, masih kesulitan mewujudkan wacana bahasa daerah yang rencananya akan masuk ke dalam mata pelajaran muatan lokal.

Diakui, Kasi Kurikulum Pembinaan dan Kelembagaan SD, Dinas Pendidikan Berau, Suardi, pihaknya masih kesulitan untuk mewujudkan bahasa daerah ke dalam mata pelajaran muatan lokal.

Sebab, belum ada sarjana tenaga pengajar yang bisa mengajarkan bahasa daerah Kabupaten Berau. Dalam hal ini yang disepakati yaitu Bahasa Berau atau Banua.

“Karena persyaratan guru itu harus S-1. Itu yang kita belum punya,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co, Selasa (15/3/2022).

Pihaknya sebagai instansi pendidikan sangat mendukung pelestarian bahasa daerah dalam mata pelajaran muatan lokal.

Baca juga: Marak Penjualan Minyak Goreng dengan Harga Mencekik di Medsos, Polres Berau akan Awasi Ketat

Baca juga: Di Kecamatan Batu Putih Berau Harga Minyak Goreng Tembus Rp 35 Ribu Per Liter

Baca juga: Jujitsu Berau Akan Datangkan Pelatih Asal Samarinda Jelang Porprov

Suardi menyadari, keberadaan Bahasa Banua semakin jarang terdengar di kehidupan sehari-hari. Lantaran, sudah banyak pendatang dari berbagai daerah ke Bumi Batiwakkal.

Sehingga, lebih memilih Bahasa Indonesia sebagai komunikasi.

“Jangan sampai anak cucu kita nanti tidak tahu bahasa asli Kabupaten Berau,” ucapnya.

Selain itu, kurikulum bahasa daerah perlu disiapkan terlebih dahulu.

Sebagai langkah awal, perlu ditindaklanjuti dengan membuat tim khusus bahasa daerah.

Karena saat ini belum ada yang menggali dan merumuskan hal itu.

“Terkait memungkinkan atau tidak, tergantung persyaratan dulu. Pertama, dibentuk tim untuk merumuskan tools-toolsnya. Dari kelas 1-6 SD harus ada kurikulumnya,” jelasnya.

Dijelaskannya, kurikulum merupakan rangkaian materi yang nantinya bisa digunakan sebagai acuan dalam membuat buku pelajaran bahasa daerah.

Secara garis besar apa saja yang diajarkan akan termuat di dalam kurikulum.

“Nanti si penulis buku bisa melihat kurikulum tersebut terkait apa yang dipelajari dari kelas 1-6 SD. Jadi lebih mudah. Karena memang idealnya punya bukunya dulu. Jadi, waktu tidak habis untuk menulis di papan tulis,” imbuhnya.

“Saya belum tahu persis apakah Bahasa Banua memiliki tulisannya sendiri. Itu yang perlu diperdalam lagi,” tambahnya.

Solusi sementara, disepakati Bahasa Banua akan digunakan semua guru sebagai bahasa pengantar di dalam kelas sebelum memulai pelajaran.

Harapannya bisa digunakan sebagai pengenalan dan pancingan awal kepada semua siswa agar mengerti bahasa daerah Kabupaten Berau.

“Kalau bahasa pengantar semua guru insyaallah bisa belajar. Karena hanya digunakan sebagai sapaan saja,” ucapnya.

Baca juga: Polres Berau Awasi Marak Penjualan Minyak Goreng Melebihi HET di Medsos

Lanjutnya, jangan sampai nanti murid semakin asing dan justru tidak paham dengan bahasa daerahnya. Termasuk yang datang dari luar daerah mereka harus mengikuti harus belajar juga.

“Yang penting kan dibiasakan dulu,” ujarnya.

Suardi menambahkan, pihaknya pernah mengetahui bahwa sempat ada kamus Bahasa Banua yang dibuat oleh salah satu guru asli suku Berau. Tetapi, keberadaan kamus tersebut saat ini belum diketahui.

“Seharusnya kamus itu memang diperbanyak. Itukan salah satu yang tak kalah penting,” bebernya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved