Berita Internasional Terkini
Presiden AS Joe Biden Perbaharui Peringatan kepada China agar Tidak Membantu Rusia di Ukraina
Joe Biden mengatakan tidak mengeluarkan ancaman terhadap Xi Jinping dalam panggilan telepon baru-baru ini, tetapi membuat 'konsekuensi'
TRIBUNKALTIM.CO - Joe Biden mengatakan tidak mengeluarkan ancaman terhadap Xi Jinping dalam panggilan telepon baru-baru ini, tetapi membuat 'konsekuensi'.
Presiden AS Joe Biden telah mengulangi peringatannya kepada China agar tidak datang membantu Rusia di Ukraina, dengan menjelaskan bahwa bantuan semacam itu akan menimbulkan "konsekuensi".
Berbicara kepada wartawan di sela-sela KTT NATO di Brussels pada hari Kamis, presiden Amerika Serikat mengatakan Xi Jinping memahami kalau kepentingan ekonomi China terletak pada Barat, bukan Rusia.
“Saya tidak membuat ancaman, tetapi saya menunjukkan jumlah perusahaan Amerika dan asing yang meninggalkan Rusia sebagai konsekuensi dari perilaku barbar [Rusia],” kata Joe Biden dikutip dari aljazeera.com, Jumat (25/3/2022).
Baca juga: China akan Manfaatkan Peluang Kosong karena Sejumlah Perusahaan Amerika Cabut dari Rusia
Joe Biden juga mengaku telah memberi tahu Xi Jinping bahwa “dia akan menempatkan dirinya dalam bahaya yang signifikan” dalam upayanya memperkuat hubungan ekonomi AS dan Eropa, jika China ingin bergerak maju membantu Rusia.
Washington telah memperingatkan Beijing agar tidak membantu Moskow selama berminggu-minggu di tengah laporan bahwa Rusia telah meminta bantuan militer dari China.
Sejak Rusia melancarkan invasi habis-habisan ke Ukraina pada 24 Februari, China telah mengambil sikap netral di depan umum, mendukung pembicaraan untuk mengakhiri konflik mematikan sambil mendesak “pengekangan maksimum” dan de-eskalasi.
Baca juga: Kibarkan Bendera Rusia, Chechnya Klaim Pasukannya Kuasai Balai Kota Mariupol, Sebulan Perang Ukraina
Para pejabat AS telah menolak untuk memberikan penilaian mereka tentang China yang telah memutuskan untuk membantu Rusia dengan upaya perangnya.
China telah abstain dari suara PBB yang mengkritik Rusia atas perang, termasuk resolusi Majelis Umum PBB yang disahkan pada hari Kamis.
Pada hari Rabu, China mendukung rancangan resolusi Rusia tentang akses bantuan kemanusiaan ke Ukraina yang ditolak oleh negara-negara Barat karena tidak menyalahkan krisis tersebut.
"Mengenai masalah Ukraina, China telah menyatakan pandangannya bahwa masyarakat internasional harus fokus pada dua hal, yaitu pembicaraan damai dan menghindari krisis kemanusiaan skala besar,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian pekan lalu.
Baca juga: Dahsyatnya Perang Lawan Ukraina Bagi Rusia, Terkuak Berapa Sebenarnya Tentara Putin yang Sudah Tewas
Washington dan sekutunya telah menjatuhkan sanksi terhadap ekonomi Rusia serta Presiden Vladimir Putin dan elit di lingkaran dalamnya.
Pada hari Kamis, Joe Biden menyerukan pembentukan badan yang dipimpin Barat untuk melacak setiap penghindaran sanksi tersebut.
Ketika invasi memasuki bulan kedua pada hari Kamis, perang di Ukraina telah mendorong lebih dari 3,6 juta orang meninggalkan negara itu ketika pasukan Rusia terus mengepung dan membombardir kota-kota Ukraina.
Selama konferensi persnya pada hari Kamis, Joe Biden memperingatkan Putin agar tidak menggunakan senjata kimia di Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/vbhkhhu.jpg)