Berita Kubar Terkini
Bupati Kubar FX Yapan Minta Kepala Kampung dan Adat Hilangkan Ego Sektoral
Pelantikan kepala adat wilayah Kecamatan Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat resmi digelar dan disaksikan langsung Bupati Kutai Barat, FX Yapan
Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Pelantikan kepala adat wilayah Kecamatan Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat resmi digelar dan disaksikan langsung Bupati Kutai Barat, FX Yapan di gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kampung Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Adat yang dilantik kali ini berjumlah tiga orang ?dan disaksikan langsung Bupati Kutai Barat FX Yapan serta ketua Lembaga Adat Kabupaten Kutai Barat, Manar Dimansyah.
Tiga kepala adat yang dilantik yakni Yurang Kepala Adat Kecamatan Sekolaq Darat, Nilon Kepala Adat Kampung Sekolaq Darat dan Tenta sebagai Kepala Adat Kampung Sekolaq Muliaq.
Bupati Kutai Barat FX Yapan mengatakan pemerintah daerah selama ini sangat terbantu dengan keberadaan lembaga adat karena di dalam membangun suatu daerah tidak bisa dengan kemampuan sendiri.
Baca juga: Sendawar Dijadikan Kampung Pancasila, Bupati Kutai Barat FX Yapan Berharap Jadi Inspirasi
Baca juga: Berpotensi Tingkatkan PAD, Bupati FX Yapan Minta Dispar Kembangkan Sektor Pariwisata di Kubar
Baca juga: Bupati FX Yapan Harapkan Kontribusi Nyata, Pengurus KKK Kutai Barat Periode 2022-2026 Dikukuhkan
Secara khusus Bupati pun meminta kepala adat harus menjadi perekat di tengah masyarakat.
"Terlebih ke depan kita menjadi penyangga Ibu Kota Negara maka kita harus menyiapkan diri dari saat ini," tegasnya pada Selasa (29/3/2022).
Kepala kampung dan kepala adat harus bisa bekerjasama dan lembaga adat harus menghilangkan ego sektoral agar kerjasama bisa berjalan dengan baik.
"Sehingga kepala adat dan kepala kampung harus lebih bijak," ucapnya.
Lebih lanjut Bupati juga menyarankan agar kepala adat memiliki tiga manajemen yang harus dimiliki, pertama harus sabar, kedua harus bisa menerima masukan dan pendapat dan ketiga kepala adat juga harus santun.
Baca juga: Pejabat Disdikbud Kutai Barat jadi Tersangka Korupsi, Bupati Kubar FX Yapan Prihatin
"Saya meminta agar lembaga adat terus membenahi tata adat dengan cara seminar adat," tuturnya.
Hal itu untuk menjaga identitas masyarakat agar adat budaya tidak luntur terlebih dimasa modereniasi.
Dan kepala kampung harus melibatkan dan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan lembaga adat dalam perencanaan pembangunan.
"Karena dengan dengan banyak yang berpikir tentu akan baik," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Adat Besar Kabupaten Kutai Barat, Manar Dimasyah menyampaikan pesan kepada kepala adat yang baru dilantik agar menjaga identitas diri sebuah kampung yang identik dengan adat, dimana adat juga mencerminkan kualitas dan mutu suatu kampung.
"Sehingga diharapkan kepala adat harus mampu berbenah dengan cara belajar terus tata adat sebagai langkah pelestarian adat budaya untuk menunjukan martabat suatu daerah," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/secara-langsung-jalannya.jpg)