Berita Nasional Terkini
Menilik Peluang Duet Anies Baswedan-Puan Maharani pada Pilpres 2024, Pengamat Bilang Begini
Menilik peluang duet Anies Baswedan-Puan Maharani pada Pilpres 2024, pengamat bilang begini.
Berseberangan
Hambatan lain yang menurut Bawono dalam memasangkan Anies dengan Puan adalah soal sikap partai pengusung dan kelompok pemilih masing-masing.
Bawono mengatakan, ada kemungkinan besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi salah satu partai politik yang paling mungkin mendukung Anies dalam pemilihan presiden mendatang.
Akan tetapi, kata dia, sampai saat ini PKS belum pernah memiliki pengalaman berada dalam satu barisan koalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Menurut Bawono, Anies memang bukan kader PKS.
Namun, dia meyakini PKS bakal mendukung Anies menjelang Pilpres 2024 citra keduanya saling melekat sejak pilkada DKI Jakarta yang lalu.
"Apalagi basis konstituen atau pemilih dari kedua partai politik ini seringkali ditempatkan dalam posisi saling berseberangan," ujar Bawono.
Secara terpisah, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, Puan bias membuka dialog dengan tokoh manapun termasuk Anies.
"Mbak Puan menyatakan beliau bisa berdialog berdiskusi. Apalagi beliau sebagai Ketua DPR dan Pak Anies sebagai gubernur. Tentu saja ada koneksitas," kata Hasto di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (27/3/2022) pekan lalu.
Baca juga: NEWS VIDEO Puan Buka Peluang Duet dengan Anies di Pilpres 2024, Pengamat: Itu Strategi Politik
Ketua DPP PKB Yakin Wacana Puan-Anies di Pilpres 2024 Tak Akan Terealisasi
Tahun 2021 lalu, duet Puan Maharani dan Anies Baswedan di Pilpres 2024 juga sempat mengemuka.
Kala itu, duet Puan Maharani dan Anies Baswedan ini mendapat tanggapan dari Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Faisol Riza
Faisol Riza menegaskan bahwa wacana pasangan Puan Maharani dan Anies Baswedan sebagai calon presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tidak akan pernah terjadi.
Menurut dia, hal tersebut tak akan terjadi karena keduanya memiliki DNA politik yang berbeda.
"Tidak akan kejadian. Beda DNA," tegas Faisol kepada Kompas.com, Selasa (1/6/2021).