Kamis, 30 April 2026

Berita Internasional Terkini

CARA Vladimir Putin Pukul Balik Sanksi Barat, Rubel Rusia Menguat, Uni Eropa Pusing Soal Pasokan Gas

Presiden Rusia, Vladimir Putin pukul balik sanksi barat, Rubel Rusia langsung menguat, Uni Eropa pusing soal pasokan gas.

Tayang:
AFP/ALEXANDER VILF
Presiden Rusia Vladimir Putin menyapa penonton saat menghadiri konser yang menandai ulang tahun kedelapan pencaplokan Krimea oleh Rusia di stadion Luzhniki di Moskow. Presiden Rusia, Vladimir Putin pukul balik sanksi barat, Rubel Rusia langsung menguat, Uni Eropa pusing soal pasokan gas. 

TRIBUNKALTIM.CO - Ketegangan Rusia tak hanya dengan Ukraina.

Dampak invasi militer Rusia ke UKraina juga berpengaruh kepada perekonomian global.

Sebelumnya Rusia kena sanksi barat, lantaran melakukan invasi militer ke Ukraina.

Negara-negara Uni Eropa dan sekutu ramai-ramai menyerang sektor ekonomi Rusia dengan mengeluarkan beragam sanksi.

Namun, Rusia tak bergeming melancarkan invasi militernya ke Ukraina.

Bahkan baru-baru ini pernyataan presiden Rusia, Vladimir Puting kembali mengguncang dunia.

Seperti ini cara Presiden Rusia, Vladimir Putin pukul balik sanksi barat.

Rubel Rusia langsung menguat saat Vladimir Putin mengeluarkan kebijakan terbaru soal pasokan gas mereka.

Kontan hal tersebut membuat Uni Eropa pusing soal pasokan gas mereka.

Selengkapnya ada dalam artikel ini.

Baca juga: Putin Dalam Bahaya, Intelijen Inggris Bocorkan Pembangkangan Militer Rusia, Tembak Pesawat Sendiri?

Melansir Kompas.TV, Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan menutup pasokan gas jika negara-negara asing tak bersahabat karena tak mau membayar dengan rubel.

Putin sebelumnya telah menandatangani dekrit yang menegaskan negara pembeli gas harus membuka rekening rubel di bank Rusia sejak Jumat (1/4/2022).

Permintaan Putin ini dinilai sebagai aksi untuk meningkatkan nilai rubel, yang sempat terpukul oleh sanksi Barat.

Dengan dekrit yang dikeluarkan itu maka negara asing yang membeli gas Rusia harus membuka rekening di bank Rusia, Gazprombank dan mentransfer euro atas dolar AS ke bank tersebut.

Setelahnya, Gazprombank akan menukarkannya ke rubel yang kemudian digunakan sebagai pembayaran untuk gas.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved