Ramadhan
Berkah Ramadhan, Penjual Kembang Pemakaman di Bontang Raih Omset Ratusan Ribu Rupiah Perhari
Bermodalkan lapak berukuran 2X3 meter, si penjual kembang kubur bisa raup keutungan ratusan ribu rupiah per hari
Penulis: Ismail Usman | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG- Berkah si penjual kembang ziarah kubur yang ramai bermunculan saat momen Ramadhan.
Bermodalkan lapak berukuran 2X3 meter, si penjual kembang kubur bisa raup keutungan ratusan ribu rupiah per hari.
Biasanya mereka ramai-ramai berjualan di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Layaknya seperti pegadang takjil yang kerap ditemui di pasar Ramadhan.
Momen ini memang tak setiap hari bisa dijumpai. Mereka bermunculan hanya setahun sekali.
Hal itu pun diakui Triwahyuni, salah satu pedagang kembang kubur yang berjualan di depan TPU Bontang Kuala.
Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa DKI Jakarta 3 April 2022 hingga 30 Ramadhan 1443 H
Baca juga: Kantor Kemenag Berau Jelaskan Panduan Bulan Suci Ramadhan Sesuai SE 08 Tahun 2022
Baca juga: Vaksin tak Batalkan Puasa, Moeldoko Yakin Target Vaksinasi Covid-19 Dicapai pada Ramadhan
Menurutnya, selain cocok untuk beribadah, bulan Ramadhan juga menjadi momen berkah mencari nafkah bagi keluarga.
“Sebab mencari rezeki di bulan penuh berkah ini juga bagian dari ibadah mas,” ungkap Triwahyuni saat ditemu di lapaknya.
Sejatinya, Triwahyuni hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang sehari-harinya sibuk dengan urusan dapur, sumur, dan kasur.
Dia bukan penjual yang tiap hari berjualan. Triwahyuni menjual kembang ziarah hanya saat Ramadhan, kala TPU ramai dikunjungi peziarah.
Bagi dia, jual kembang hanya sampingan untuk tambah pendapatan, seiring kebutuhan keluarga meningkat saat Ramadhan.
“Lumayan buat tambah-tamabah pendapatan mas. Paling tidak bisa buat THR anak atau keperluan lain keluarga,” kata Triwahyuni.
Dalam sehari dirinya bisa menjual kembang 30 bungkus. Jika ditotal, Triwahyuni bisa raup Rp 150 ribu per hari.
Itu belum termasuk dengan total penjualan air siraman yang memanfaatkan botol mineral bekas sebagai wadah.
“Kalau air saya juga jual Rp 5 ribu per botol. Biasanya peziarah selain beli kembang, mereka juga beli air. Jadi lumayan lah,” tutur Ibu rumah tangga ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pedagang-kembang-ziarah-di-depan-tpu-bontang-kuala.jpg)