Kamis, 7 Mei 2026

Ramadhan

Jajanan Lemper Jadi Pilihan Menu Takjil yang Laris Manis di Sangatta selama Ramadhan

Selama berpuasa di bulan Suci Ramadhan, tentu muslim dan muslimat yang merayakan akan dihadapi dengan banyak opsi jajanan untuk takjil berbuka puasa.

Tayang:
Penulis: Syifaul Mirfaqo |
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Jajanan lemper laris manis dipesan pembeli di Sangatta jelang Bulan Suci Ramadhan. TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Selama berpuasa di bulan Suci Ramadhan, tentu muslim dan muslimat yang merayakan akan dihadapi dengan banyak opsi jajanan untuk takjil berbuka puasa.

Di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, ada jajanan yang tidak boleh dilewatkan untuk menjadi salah satu menu takjil.

Terbuat dari ketan yang gurih dengan isian abon atau daging ayam cincang, lemper memang jadi santapan yang selalu jadi idaman di setiap bulan puasa.

Dibungkus dengan daun pisang yang memberikan aroma khas, lemper lebih mantap disajikan ketika masih hangat.

Salah satu pedagang lemper, Musrifah mengaku konsumen yang memesan lemper jelang bulan puasa naik bisa sampai 3 kali lipat jelang hari biasa.

"Kalau bulan puasa yang pesan lebih banyak, bisa sampai tiga kali lipat bikin lempernya," ujarnya pada TribunKaltim.co.

Meningkatnya permintaan pembeli membuktikan bahwa jajanan pasar ini memang lebih enak dinikmati setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Tapi jangan sampai salah beli. Ternyata lemper punya saudara kembar yang bentuknya serupa tapi sebenarnya tidak sama.

Musrifah menuturkan, terkadang pembeli sulit membedakan antara jajanan pasar bernama arem-arem dan lemper.

Padahal, arem-arem memiliki perbedaan dari segi bahan baku, isian, hingga cara membuatnya.

"Arem-arem itu pakai nasi, sedangkan lemper pakai ketan," ucapnya.

Meski serupa, namun dirinya menegaskan bahwa arem-arem dan lemper tidak bisa disamakan.

Makanan tradisional yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah ini kepopulerannnya di Sangatta sudah tidak perlu lagi diragukan.

Meskipun kini banyak jajanana dan kue yang diadopsi dari luar, lemper tetap eksis diminati oleh warga Sangatta dan masih bertahan di pasaran hingga saat ini.

Tidak hanya selama bulan puasa tentunya, masih banyak juga peminat lemper sebagai salah satu jajanan tradisional yang mengenyangkan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved