Ramadhan
Pernah Dijatuhi Bom Kala Perang Dunia, Masjid Jami Al Ula Balikpapan Masih Berdiri Kokoh
Suara lantunan ayat-ayat suci Al Quran terdengar sayup-sayup di Masjid Jami Al-Ula, masjid tertua di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Suara lantunan ayat-ayat suci Al Quran terdengar sayup-sayup di Masjid Jami Al Ula, masjid tertua di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Terasa sejuk dan menenteramkan jiwa. Suasana masjid terlihat ramai menjelang waktu berbuka puasa.
Sebagian orang mengaji dan salat, sebagian lainnya nampak sibuk menata sajian untuk berbuka puasa di Ramadan ini.
Masjid Jami Al Ula terletak di Jl Letjen Suprapto, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat. Konon sudah berusia 350 tahun.
Baca juga: Warga Evakuasi Mandiri, Masjid Jami Al-Ula jadi Lokasi Mengungsi Korban Kebakaran di Baru Ulu
Baca juga: Sejarah 31 Maret: Peresmian Menara Eiffel di Paris, Merayakan 100 Tahun Revolusi Prancis
Baca juga: Sejarah 21 Maret: Hari Hutan Sedunia dan Alasan Penting Kenapa Diperingati, Ramaikan dengan Twibbon
Ketika saudagar Bugis-Makasar berlabuh di sini. Meski di zaman kolonial tahun 40-an sempat dijatuhi bom oleh tantara Sekutu.
Dan beberapa kali lingkungan perumahan di sekitarnya terbakar, namun Masjid Jami Al Ula tetap berdiri kokoh, sehingga warga setempat percaya masjid itu sangat keramat.
"Konidisinya di bulan Ramadan ini masjid sangat makmur. Kalau waktunya berbuka kue-kue di sini melimpah. Banyak yang berbuka puasa di sini," kata Sekretaris Umum Masjid Jami Al Ula Balikpapan, Aswad.
Awalnya masjid Jami Al Ula dibangun berupa dinding dan lantai kayu, dengan beratapkan daun Nipah serta bertiang kayu ulin.
Baca juga: Pendataan Korban Kebakaran di Gunung Bugis, BPBD Balikpapan Dirikan Posko di Masjid Jami Al-Ula
Namun adanya para saudagar yang berlabuh di Kampung Baru, ikut berkontribusi dalam pembangunan masjid ini.
Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi. Saat ini pun masjid ini masih terus dibangun. Kubah baru juga sudah dipasang.
Sayangnya renovasi berkali-kali ini menghilangkan keaslian bentuk masjid lama yang terbuat dari kayu.
"Ya akhirnya sampai sekarang Masjid al-Ula tetap berdiri kokoh dan menjadi tempat ibadah umat Islam di Balikpapan," terangnya.
Baca juga: BREAKING NEWS Kebakaran Terjadi tak Jauh dari Masjid Jami Al-Ula, Unit Pemadam Cari Jalan Pintas
Sebagai bangunan tua, Masjid Jami’ al-Ula memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri.
Saat Perang Dunia II tahun 1941 -1945, pesawat Inggris mengincar basis pertahanan Jepang dan menjatuhkan bom persis di sebelah bangunan Masjid Jami’ al-Ula. Namun bom tidak meledak.
Keistimewaan lainnya pada tahun 1948 pernah terjadi kebakaran besar melanda Kampung Baru, namun atas kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa, api tidak mampu menjangkau bangunan masjid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kelu-baru-ulu-balikpapan-bpn.jpg)