Jumat, 1 Mei 2026

Aplikasi

Terima Email dari WhatsApp berisi Pesan Suara? Waspada Penipuan, Incar Password hingga Kartu Kredit

Anda terima email dari WhatsApp berisi pesan suara? Jangan dibuka, perhatikan dulu baik-baik. Waspada penipuan, incar password hingga kartu kredit.

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
Freepik
Ilustrasi. Anda terima email dari WhatsApp berisi pesan suara? Jangan dibuka, perhatikan dulu baik-baik. Waspada penipuan, incar password hingga kartu kredit. 

TRIBUNKALTIM.CO - Modus baru pencurian data digital kembali ditemukan kali ini mencoba mengelabui dengan kedok WhatsApp

Saat ini, WhatsApp adalah aplikasi pesan instan yang paling banyak digunakan dan dipergunakan.

Tak heran jika kemudian banyak yang menyalahgunakan WhatsApp

Modus pencurian data ini adalah menyamar menjadi notifikasi pesan masuk WhatsApp melalui email

Dalam email tersebut, target memiliki pesan suara yang belum terbaca. 

Sebaiknya, anda berhat-hati ketika menerima email dari WhatsApp ini.

Perhatikan detailnya lebih dulu sebelum membuka email dari WhatsApp ini 

Penipuan dengan kedok notifikasi pesan masuk WhatsApp telah menyasar setidaknya  27.655 alamat e-mail.

Baca juga: Sejumlah Cara Melacak HP Hilang, Bisa Juga Lewat WhatsApp, Lakukan Segera agar Bisa Terlacak

Penipuan berdalih WhatsApp ini mengincar kata sandi yang disimpan di browser, informasi mengenai data pribadi, dompet cryptocurrency, nomor kartu kredit, dan file yang disimpan di komputer.

Mirip dengan praktek phising sebenarnya.

Modus penipuan dengan WhatsApp ini pertama kali ditemukan oleh peneliti dari perusahaan software Armorblox.

Dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com, selain mengaku sebagai WhatsApp Notifier atau pengingat pesan masuk, pelaku juga mencantumkan tanggal "pesan suara" tersebut dikirim beserta durasi pesan itu.

Di bawahnya juga tercantum tombol play untuk memutar "pesan" tersebut.

Penampakan penipuan email berkedok WhatsApp
Penampakan penipuan email berkedok WhatsApp (kompas.com)

Jika korban memencet tombol play yang ada di dalam e-mail, korban akan diarahkan ke laman yang meminta korban untuk memencet pilihan Allow atau izinkan.

Untuk mengelabuhi korban agar memencet tombol Allow, pelaku akan berpura-pura meminta korban untuk membuktikan apakah korban bukan robot dengan memencet tombol Allow.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved