Rabu, 6 Mei 2026

Berita Penajam Terkini

Dinas Pertanian Beber Penyebab Utama Kebakaran Lahan Gambut Penajam Paser Utara

Kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur seringkali terjadi, merugikan banyak masyarakat termasuk ekosistem alam

Tayang:
Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM/CHRISTOPER D
ILUSTRASI Kebakaran di lahan gambut Kalimantan Timur. Kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur seringkali terjadi, merugikan banyak masyarakat termasuk ekosistem alam, flora dan fauna. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur seringkali terjadi, merugikan banyak masyarakat termasuk ekosistem alam, flora dan fauna. 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Mulyono menyatakan kepada TribunKaltim.co, penyebab dari kebakaran lahan dan hutan tidak terlepas dari campur tangan manusia itu sendiri. 

"Ada yang masih pakai cara bakar saat bersihkan lahan buat kebun," ujarnya pada Rabu (20/4/2022). 

Dia menegaskan lagi, penyebab utama terjadinya kebakaran tersebut, yakni masih adanya masyarakat yang membersihkan lahan mereka dengan cara dibakar.

Baca juga: Sopir Tabrak Ruko dan Sebabkan Kebakaran di Samarinda yang Tewaskan 7 Orang, Diancam 5 Tahun Penjara

Baca juga: Tinjau Lokasi Lahan IKN Nusantara di Kaltim, Ini Daftar Catatan Komisi V DPR RI untuk Pemerintah

Baca juga: Status Lahan di IKN Bikin Resah Warga, Saran Pakar untuk Pemerintah agar Terhindar dari Konflik

Sehingga, tegas dia, api kadang menjalar ke lahan lain, tanpa masyarakat sadari.

Penyebabnya, pada perkebunan masyarakat yang membakar lahan dengan tujuan untuk dibersihkan.

"Kalau pembukaan lahan dengan cara membakar, sudah di minimalisir dan sudah banyak petani yang sadar," sambungnya.

Sejauh ini, antisipasi yang dilakukan yakni mempersiapkan sumber daya manusia, yang telah memiliki keterampilan, untuk ditempatkan di tempat-tempat yang rawan tersebut.

Diketahui, periode terjadinya kebakaran lahan biasanya bersamaan dengan musim kemarau, yakni pada bulan Juni hingga September.

Baca juga: Sebagian Izin Tambang Kembali ke Daerah, Dinas ESDM Kaltim Akui Belum Sesuai Permintaan

Selain itu, juga berharap ada pembaharuan peralatan, sebab peralatan yang dimiliki telah lama dan fungsinya sudah tidak bisa maksimal.

Kalau dari sisi peralatan lengkap namun sudah tua, yang perlu di perbaharui yakni selang dan pompa.

"Karena lama tidak difungsikan, sudah ada juga Kelompok Tani Peduli Api (KTA) yang dibentuk," pungkasnya.

ILUSTRASI Kebakaran lahan gambut
ILUSTRASI Kebakaran lahan gambut (HO/Apriyanto)

Waspada Musim Kemarau 

Memasuki musim kemarau, Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mulai melakukan berbagai persiapan, terutama untuk antisipasi terjadinya kebakaran, di lahan gambut.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Mulyono kepada TribunKaltim.co.

Dia menjelaskan, potensi kebakaran lahan seringnya terjadi di dua lokasi yakni:

- Desa Giripurwa Kecamatan Penajam;

- dan di kelurahan Maridan Kecamatan Sepaku.

Baca juga: Antisipasi Musim Kemarau, Petani di Penajam Mesti Paham Memilih Komoditas Tanaman

Frekuensi terjadinya kebakaran lahan di kedua daerah tersebut, terjadi setiap tahun bahkan kadang terjadi dua kali dalam setahun.

"Kebakaran itu terutama sering terjadi didaerah gambut, di Giripurwa saja bahkan setiap tahun terjadi," ungkapnya.

(TribunKaltim.co/Nita Rahayu)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved