Berita Internasional Terkini
Akhirnya Amerika, Jerman, Inggris, hingga Norwegia Gerak Cepat Bantu Ukraina Serang Rusia
Negara-negara Barat mengirim lebih banyak persenjataan berat dan bahkan pesawat ke Ukraina sebagai bagian dari upaya untuk melawan Rusia
Pentagon mengirim empat penerbangan lagi yang membawa senjata ke Ukraina, termasuk howitzer, dan telah meluncurkan pelatihan di negara lain di kawasan itu untuk pasukan Ukraina tentang cara menggunakannya, kata seorang pejabat senior pertahanan AS, Rabu.
Meriam dimaksudkan untuk melawan artileri Rusia.
Para pemimpin Barat bersikeras bahwa mereka mengirim peralatan yang siap digunakan.
Tetapi sementara beberapa senjata dan materialnya canggih, sebagian besar juga masih kurang canggih daripada senjata di gudang senjata Rusia.
Sebagian besar senjata yang disumbangkan oleh Barat "tidak akan memberi militer Ukraina keunggulan teknologi militer Rusia, tetapi mereka akan memungkinkannya untuk menutupi, setidaknya untuk sementara, untuk kekurangan pasokan militer," kata Alexey Muraviev, seorang warga negara pakar keamanan di Universitas Curtin Australia.
Norwegia, misalnya, sedang menghentikan layanan Mistral secara bertahap, "tetapi itu masih merupakan senjata modern dan efektif yang akan sangat bermanfaat bagi Ukraina," kata Menteri Pertahanan Norwegia Bjorn Arild Gram dalam sebuah pernyataan.
Tapi Ukraina mungkin akan membutuhkan pengiriman senjata di masa depan jika ingin menjauhkan Rusia.
Baca juga: Beda Sikap dengan Invasi Rusia, Amerika Tak Pernah Kutuk Serangan Israel ke Palestina, Mengapa?
Dan negara-negara Barat, terutama di Eropa, perlu menyeimbangkan antara membantu Ukraina dan mempertahankan pertahanan mereka sendiri.
Pentagon sedang berdiskusi dengan kontraktor pertahanan Amerika apakah langkah-langkah mungkin perlu diambil untuk memastikan produksi yang cukup dari jenis senjata yang telah dikirim Amerika Serikat ke Ukraina.
"Kami tentu tidak ingin sampai ke titik di mana ada kekhawatiran kesiapan atau di mana tiba-tiba kami memiliki masalah produksi yang tidak kami lacak," kata pejabat senior pertahanan itu.
Menurut Kotlarski, "Kelanjutan pengiriman amunisi, terutama senjata antitank dan pertahanan udara jarak pendek, pada dasarnya adalah apa yang membuat Ukraina tetap berjuang." (*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kendaraan-lapis-baja-australia.jpg)