Berita Balikpapan Terkini

Yayasan BOS Kini Pakai Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Caranya dengan adanya fasilitas pembangkit listrik tenaga surya baru yang baru diresmikan sejak hari ini, Jumat (22/4/2022)

TRIBUNKALTIM.CO/HO
Suasana peresmian pembangkit listrik tenaga surya di Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari, Jumat (22/4/2022).TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Pusat Rehabilitasi Orangutan dan Rehabilitasi Lahan Yayasan BOS di Samboja Lestari, Kalimantan Timur, kini mampu memenuhi kebutuhan listrik dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

Caranya dengan adanya fasilitas pembangkit listrik tenaga surya baru yang baru diresmikan sejak hari ini, Jumat (22/4/2022).

Fasilitas ini dibangun dengan bantuan penggalangan dana oleh sebagian organisasi mitra internasional.

Setelah bertahun-tahun mengandalkan pengadaan listrik yang dihasilkan dari generator berbahan bakar fosil, BOS Foundation, akhirnya kini mampu menyediakan listrik dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dua dari enam organisasi mitra internasional Yayasan BOS, yaitu BOS Swiss dan BOS Australia, berkenan mendanai pembangunan sebuah pembangkit listrik tenaga surya yang mampu menghasilkan sampai 272 kVa.

Baca juga: Tak Ada Orangutan di IKN, Menteri LHK: Sudah Kami Survei

Baca juga: Menteri LHK Sebut Ada Flora Fauna yang Perlu Dilindungi di Kawasan IKN, tapi Tidak Ada Orangutan

Baca juga: Lowongan Jadi Pemantau Orangutan di BOS Foundation Kutai Timur, Cek Kualifikasi Selengkapnya

Pasokan listrik sebesar ini dianggap memadai untuk memenuhi kebutuhan listrik sejumlah fasilitas penting, seperti klinik, kompleks orangutan, dan Samboja Lodge di malam hari.

Deputy Ambassador Switzerland untuk RI, Phillip Strub mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi yang besar, dan secara geografis sesuai untuk pemanfaatan energi terbarukan.

"Swiss memiliki komitmen untuk mengembangkan proyek Pengembangan Keterampilan Energi Terbarukan (RESD) melalui desain, perencanaan, pemasangan, pengoperasian, dan pemeliharaan pembangkit listrik energi terbarukan yang kompeten, dengan staf berkualifikasi yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja," paparnya, Jumat (22/4/2022), dalam siaran pers.

Ia mengklaim, Negara Swiss menantikan beroperasinya IKN Nusantara yang direncanakan untuk menjadi kota yang ramah lingkungan.

Proyek pembangkit listrik tenaga surya di Pusat Rehabilitasi Orangutan BOSF ini, menurutnya, ideal untuk beralih dari penggunaan bahan bakar fosil menuju pemanfaatan energi bersih di masa depan.

Fasilitas pembangkit listrik tenaga surya yang dinamakan Tony Gilding Solar Plaza ini mulai dibangun sejak 5 Februari 2021.

Sebelumnya, kebutuhan listrik di Samboja Lestari dipenuhi melalui penggunaan generator yang ditenagai bahan bakar minyak.

Selain mengakibatkan besarnya konsumsi bahan bakar setiap bulan, Yayasan BOS merasa perlu menempuh cara yang lebih ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan listriknya.

Perwakilan BOS Switzerland, Moritz Wyss mengaku bangga melihat partisipasi aktif organisasinya berhasil membantu Yayasan BOS beroperasi secara lebih hijau.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved