Ramadhan
Ketua IDI Paser Bagikan Tips Jaga Kebugaran Tubuh Saat Puasa Ramadhan Hingga Mudik Lebaran
Saat mudik, ummat muslim yang menjalankan ibadah puasa harus menahan lapar dan dahaga walaupun dalam perjalanan jauh, Minggu (24/4/2022)
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER- Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah, banyak masyarakat yang akan mudik atau pulang kampung untuk merayakan lebaran Idul Fitri bersama keluarga setelah pemerintah memberi kelonggaran.
Saat mudik, umat muslim yang menjalankan ibadah puasa harus menahan lapar dan dahaga walaupun dalam perjalanan jauh, Minggu (24/4/2022).
Ada beberapa tips dari Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Paser, dr. Ahmad Hadi Wijaya, agar tubuh tetap bugar saat menjalankan ibadah puasa maupun saat dalam perjalanan mudik.
"Saat berbuka puasa, hindari minuman dingin secara rutin, karena berpotensi menyebabkan batuk dan pilek. Hindari mengonsumsi makanan yang berpotensi mengganggu pencernaan, seperti sambal atau minuman bersoda, karena itu memicu diare," jelas Hadi.
Untuk memastikan tubuh tetap terhindar dari dehidrasi saat puasa, orang dewasa maupun anak-anak harus tercukupi cairan dalam tubuh dengan mengonsumsi 2 liter air putih dalam kurung waktu 24 jam.
Baca juga: RINCIAN Syarat Perjalanan Darat Terbaru: Mulai dari Bus hingga Kereta Api Jelang Mudik Lebaran 2022
Baca juga: ATURAN Mudik Lebaran 2022: Rincian Syarat Naik Kapal Laut, Sudah Vaksin Booster Bebas PCR & Antigen
Baca juga: Penumpang dari Samarinda Mulai Bertambah, Tarif Bus Antar Provinsi Tak Naik Jelang Mudik Lebaran
Guna mencukupi konsumsi air putih di bulan Ramadhan, kata Hadi mestinya dilakukan secara bertahap, baik setelah berbuka puasa, jelang istirahat dan saat sahur.
"Saat buka, minum 2 gelas air putih, kemudian 4 gelas sebelum istirahat antara tarawih hingga menjelang tidur, dan 2 gelas air lagi saat sahur," urainya.
Selama puasa, tidak ada yang berubah dalam konsumsi harian, terpenting makanan bergizi seimbang.
"Apalagi mendekati akhir Ramadan, masyarakat semakin bisa memperkuat ibadahnya karena ibadah juga dapat meningkatkan imun tubuh," sambung Hadi.
Lebih lanjut dijelaskan, istirahat juga perlu diusahakan di sela-sela kegiatan. Tidak terlalu malam untuk tidur.
Terkecuali bagi masyarakat yang menjalankan ibadah Itikaf, istirahatnya bisa berpindah saat pagi harinya.
"Bagi masyarakat yang bekerja, tetaplah bekerja seperti biasa. Kemudian saat siang hari, usahakan istirahat di sela-sela ibadah," pesannya.
Begitupun bagi masyarakat yang berdomisili di Paser, yang hendak mudik atau menempuh perjalanan jauh, seperti ke pulau Jawa, Sulawesi, maupun Sumatera.
Masyarakat yang menempuh perjalanan jauh tidak diharuskan untuk puasa, namun tiap individu dapat mengukur sanggup tidaknya berpuasa saat perjalanan jauh.
Perjalanan ada keringanan bagi yang kesulitan untuk berpuasa diperkenan tidak berpuasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Gerbang-selamat-datang-di-Tana-Paser-yang-terlihat-saat-memasuki-wilayah-Ibu-Kota-Kabupaten.jpg)