Liga Italia

Kunci Kemenagan Inter Milan Berhasil Sikat AS Roma dan Gusur AC Milan, Cetak Gol dengan 7 Sentuhan

Inter Milan hancurkan pertahanan AS Roma asuhan Jose Mourinho dengan gol 7 sentuhan yang bermuara tembakan Denzel Dumfries.

Editor: Ikbal Nurkarim
MARCO BERTORELLO / AFP
Pemain depan Inter Milan Argentina Lautaro Martinez merayakan setelah mencetak gol selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Inter Milan dan AS Roma pada 23 April 2022 di stadion San Siro di Milan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kunci kemenagan Inter Milan berhasil sikat AS Roma, cetak gol dengan 7 sentuhan.

Inter Milan hancurkan pertahanan AS Roma asuhan Jose Mourinho dengan gol 7 sentuhan yang bermuara tembakan Denzel Dumfries.

Melalui skema permainan menawan, Denzel Dumfries mencetak gol pertama Inter Milan saat menyikat AS Roma di San Siro, Sabtu (23/4/2022).

Pada duel pekan ke-34 Liga Italia, gol bek sayap timnas Belanda memorak-porandakan pertahanan tim asuhan Jose Mourinho dengan hanya 7 sentuhan.

Baca juga: HASIL Liga Italia: Cukur AS Roma dengan Skor Telak, Inter Milan Kudeta AC Milan di Puncak Klasemen

Baca juga: Transfer Fantastis AC Milan di Liga Italia, Boyong 3 Pemain Bintang Sekaligus ke San Siro

Baca juga: Login eform.bri,co.id/bpum Link buat Cek Daftar Penerima BLT UMKM 2022 April Rp 600 ribu

Prosesnya juga melibatkan 7 pemain berbeda yang diawali operan kiper Samir Handanovic.

Secara beruntun, Handanovic mengoper kepada Federico Dimarco, Dimarco ke Ivan Perisic, Perisic ke Lautaro Martinez, Martinez ke Edin Dzeko, Dzeko ke Hakan Calhanoglu.

Dari Calhanoglu, bola dikirim dengan umpan terobosan pembelah pertahanan untuk disambut Dumfries, yang melakukan sprint agar lepas dari perangkap offside.

Melesat sendirian, Dumfries mengontrol bola sekali, lalu melepaskan tembakan mendatar yang meluncur di bawah badan kiper Rui Patricio.

Sebuah gol yang makin menegaskan keampuhan Inzaghi-ball, sebutan untuk gaya permainan Inter Milan di bawah asuhan Simone Inzaghi.

Proses serangan kilat satu sentuhan yang terbangun secara sistematis ini memang jadi andalan Nerazzurri.

Metode seperti itu juga mirip dengan penerapan pendahulu Inzaghi di bangku pelatih Inter, Antonio Conte.

Keduanya sama-sama mengeksploitasi para wingback sebagai sumber alternatif serangan, bahkan muara terciptanya gol.

Peran pemain seperti Dumfries jadi bukan sekadar penyuplai bola dari sayap.

Baca juga: Jadwal Liga Italia Serie A Malam Ini: Inter Milan vs AS Roma, Siap Salip AC Milan? Cek Prediksi Skor

Inzaghi sendiri merasa beruntung karena terbantu kinerja apik para wingback yang dia miliki sehingga menunjang aplikasi gaya permainan tim.

"Kami tahu Roma sangat agresif menjaga para penyerang, jadi ada ruang untuk wingback kami menyerang," kata eks striker dan pelatih Lazio, dikutip BolaSport.com dari Football Italia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved