Berita Samarinda Terkini
Walikota Andi Harun Geram karena Plafon Perpustakaan Kota Samarinda Ambruk
Plafon gedung Perpustakaan kota yang berada di Jalan Kusuma Bangsa, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, ambruk
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Plafon gedung Perpustakaan kota yang berada di Jalan Kusuma Bangsa, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, ambruk pada Senin pagi (25/4/2022).
Bagian plafon gedung yang runtuh terjadi di lantai dua gedung perpustakaan yang berada di sebelah kantor dinas perpustakaan dan kearsipan tersebut.
Plafon yang ambruk meliputi sekitar 40 persen dari seluruh bagian plafon yang ada di ruangan tersebut.
Bagian material plafon yang terbuat dari gypsum itu merubuhi rak-rak buku yang ada di ruang perpustakaan lantai dua.
Baca juga: Samarinda Hujan Deras, Rak Buku Perpustakaan Kota Tertimpa Plafon, Lantainya Becek
Baca juga: Banjir di Samarinda, Terdapat 40 Jalan yang Tergenang Air, Berikut Titik Lokasinya
Baca juga: Perpustakaan Kota Samarinda Sudah Bisa Dikunjungi Warga, Sediakan Puluhan Ribu Koleksi Buku
Juga disertai rembesan air pada plafon turut bocor dan menggenangi lantai bangunan yang baru selesai pembangunannya pada akhir tahun 2021 tersebut.
Walikota Samarinda, Andi Harun lantas langsung datang ke lokasi pada sore harinya sekitar pukul 16.00 Wita.
Kedatangan walikota secara mendadak ke gedung perpustakaan itu langsung menuju ke lantai dua tempat rubuhnya plafon.
Ketika melihat material plafon yang berjatuhan di tengah-tengah ruangan, Andi Harun tidak dapat menahan rasa geramnya.
Ia seolah tidak percaya dengan reruntuhan plafon di hadapannya, pasalnya bangunan itu belum genap berusia lima bulan sejak selesai dibangun pada Desember 2021.
Kepada awak media, orang nomor satu di Samarinda itu mengungkapkan kekecewaannya terhadap kerusakan bangunan baru yang ia temui itu.
Baca juga: Kementrian PUPR Bangun 3 Bendungan di Lokasi IKN Nusantara, Bisa Atasi Banjir
"Saya sungguh kecewa terhadap kualitas dan pelaksanaan pembangunan ini menampar pemerintah kota Samarinda," ujarnya saat berada di teras gedung perpustakaan.
"Saya sengaja turun untuk melihat secara dekat, saya tidak bisa berkata-kata lagi, saya hanya minta kepada kontraktor yang melakukan pekerjaan untuk bertanggung jawab, karena jika tidak ini akan menimbulkan masalah yang lebih parah lagi," ucapnya.
Hal yang membuat Andi Harun tambah geram adalah ketika ia datang ke lokasi, pihak kontraktor bangunan tidak ada di tempat.
Meskipun telah sempat beberapa kali coba dihubungi oleh jajaran pemkot yang ada saat itu.
Dengan kondisi ini, maka walikota memutuskan untuk menutup sementara aktivitas di perpustakaan Kota Samarinda yang sudah sempat dibuka untuk umum pada awal Maret 2022. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ambruk-plafon-ya-andi-harun-geram.jpg)