Liga Italia

Dilarang Antonio Conte, Jargon Inter Gila Justru Rela Dipakai Simone Inzaghi

Perbedaan lain Conte dan Inzaghi adalah soal sikap mereka terhadap jargon “pazza Inter (Inter gila)".

Editor: Ikbal Nurkarim
(AFP/PAUL ELLIS)
Pelatih Inter Milan asal Italia, Simone Inzaghi (tengah) berbicara dengan striker Inter Milan asal Chili, Alexis Sanchez (kiri) dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Liverpool melawan Inter Milan di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, Rabu (9/3/2022) dini hari WIB. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 0-1 (0-0) untuk Inter, namun Liverpool tetap lolos ke babak perempat final karena unggul agregat 2-1. AFP/PAUL ELLIS 

TRIBUNKALTIM.CO - Dilarang Antonio Conte, Jargon Inter Gila Justru Rela Dipakai Simone Inzaghi

Inter Milan pernah sangat lama lekat dengan jargon”pazza Inter (Inter gila)".

Jargon itu dilarang oleh Antonio Conte, namun sekarang diterima Simone Inzaghi.

Inter Milan asuhan Simone Inzaghi masih sangat berpeluang untuk menjuarai Liga Italia 2021-2022.

Kemenangan 2-1 atas Udinese pada pekan ke-35 Liga Italia di Stadion Friuli, Minggu (1/5/2022) kemarin menunjukkan hasrat besar Inter Milan untuk mempertahankan gelar juara.

Baca juga: JADWAL Leg 2 Semifinal Liga Champions Pekan Ini: Villarreal vs Liverpool, Real Madrid vs Man City

Baca juga: Pep Guardiola Isyaratkan Kyle Walker Akan Absen Lawan Madrid di Liga Champions, Cek Prediksi Line Up

Baca juga: Sorotan Liga Italia: Jose Mourinho Murka Usai Gagal Bawa AS Roma Lolos ke Liga Champions

Sebagai informasi, Inter Milan merupakan juara bertahan Serie A, kompetisi kasta teratas Liga Italia.

Pada musim lalu, Inter menyabet scudetto di bawah arahan Antonio Conte.

Simone Inzaghi, sang suksesor Conte di kursi pelatih, kini bertugas memastikan trofi juara tak beranjak dari sisi biru Kota Milan. 

Soal penerapan formasi, Conte dan Simone Inzaghi tampak sepaham dengan keduanya gemar menggeber taktik tiga pemain belakang.

Namun, kedua pelatih sejatinya menganut “ideologi” yang sama sekali berbeda.

Inter di bawah Conte suka menghukum lawan via situasi transisi dengan melibatkan pertukaran operan cepat.

Inzaghi punya pendekatan berbeda. Inter Milan arahan Inzaghi lebih sabar dalam membangun permainan dari belakang dan nyaman menguasai bola.

Baca juga: HASIL Udinese vs Inter Milan di Liga Italia Buat AC Milan Ketar-ketir, Dibayangi Kejaran Nerazzurri

Perbedaan lain Conte dan Inzaghi adalah soal sikap mereka terhadap jargon “pazza Inter (Inter gila)".

Selama melatih Inter, Conte melarang anak asuhnya dan fan menyanyikan lagu “Pazza Inter Amala”.

Conte tak mau melihat spirit pazza (gila) menular kepada anak asuhnya. Ia enggan menyaksikan tim yang labil, meledak-ledak, dan jauh dari konsisten.

Di lain sisi, Simone Inzaghi kini menerima jargon “pazza Inter” dengan tangan terbuka.

Simone Inzaghi menyoroti pencapaian "gila" Inter asuhnya yang menuntaskan sejumlah dahaga panjang.

“Ini adalah tim yang memenangi Supercoppa setelah 11 tahun, mencapai fase gugur Liga Champions setelah 11 tahun dan Coppa Italia setelah 12 tahun.

Jika ini gila, kami tidak keberatan!” ujar Simone Inzaghi usai duel melawan Udinese. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved