Breaking News
Rabu, 3 Juni 2026

Berita Berau Terkini

Komunitas Penggemar Sepeda Lipat di Berau Gelar Gowes Tiap Akhir Pekan

Sepeda lipat menjadi sebuah kendaraan yang praktis, terutama bagi mereka yang lebih memilih sepeda dibandingkan kendaraan lainnya.

Tayang:
HO/Komunitas Berseli
Komunitas Berseli saat sedang gowes bersama beberapa anggota di wilayah perkotaan Berau. HO/Komunitas Berseli 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Sepeda lipat menjadi sebuah kendaraan yang praktis, terutama bagi mereka yang lebih memilih sepeda dibandingkan kendaraan lainnya.

Di Berau sendiri, terdapat komunitas sepeda lipat, yang lumayan sering berlalu lalang di kawasan jalanan Berau.

Berau Sepeda Lipat atau disingkat “Berseli” terbentuk sejak 24 Oktober 2019. Itulah salah satu, bahkan satu-satunya komunitas sepeda lipat yang berada di Berau.

Biasanya, tiap sore ketika tidak hujan, mereka berkumpul di sebuah warung kopi setelah puas mengitari rute kota Tanjung Redeb.

Sebuah komunitas sejatinya memang berasal dari hobi dan kesukaan yang sama, itulah yang mendasari adanya Berseli.

Baca juga: Rindu Berkumpul Goweser Asyik Ikuti Gowes Ngabubu-Ride Saat Ramadhan

Awal mula tentu hanya dimulai dari beberapa orang saja. Ketika berbincang bersama TribunKaltim.co, Evriansyah (38) selaku ketua dan penanggung jawab mengakui Berseli terbentuk dari beberapa teman kantor yang hobi bersepeda, yaitu dirinya sendiri, Doni, Ade, Satria dan Emil.

“Kami itu semua hobi bersepeda, dulu sih mainnya mountain bike. Kalau pakai itu mainnya sampai ke hutan-hutan. Sekarang sibuk dengan pekerjaan. Jadi ketika di tempat kerja bertemu rekan dan semua pada beralih ke sepeda lipat, barulah kami iseng aja dijadikan komunitas,” bebernya kepada TribunKaltim.co, Jumat (6/5/2022).

Komunitas semakin berkembang, akhirnya mereka kini beranggotakan 56 orang. Dari banyaknya jumlah itu, mereka berasal dari beberapa latar belakang.

Evri berkata, jika bersepeda bersama, sudah tidak ada batasannya lagi, semuanya sama seperti keluarga.

Walaupun, tidak semua secara bersamaan 56 orang aktif menggowes bersama.

Kegiatan bersama mereka yang paling ramai ketika hari Sabtu dan Minggu, karena di weekend itu waktu mereka lebih banyak.

Baca juga: Bupati Kukar Promosikan Keindahan Alam kepada 500 Peserta Gowes Gawal Kukar

Tapi tak jarang juga setiap sore mereka gowes bersama. Intinya, ketika memang tidak hujan, walaupun hanya 8-10 orang, tetap mengayuh sepeda mereka.

Selain sore, ada juga dari beberapa anggota komunitas yang menggunakan sepeda untuk bekerja.

Karena mereka sebagian ada yang menerapkan “Bike to work” tujuannya agar menghindari polusi, apalagi jika hanya di daerah kota jaraknya tidak terlalu jauh.

“Kalau seperti di Jakarta, mereka harus bawa sepeda ke kereta dulu. Kenapa yang lokasi seperti di Tanjung Redeb tidak bisa kita terapkan. Misalkan tidak usah harus ke kantor, mau beli nasi kuning atau mau ngopi bisa pakai sepeda,” tuturnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved